Terkait Mitigasi Resiko di Industri Pariwisata

Wagub Jatim Meminta ASPPI Mendisemenasikan Masyarakat


General Manager Ramada Sunset road, Anastasia Damayanti (kiri), Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak dan Director of Sales Marketing the Seminyak, Lenny Willyana 

MERAHPUTIH I SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membuka Musda Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Jawa Timur di Hotel Grand Mercure Surabaya, Pada Selasa (06/21).

Dalam kesempatan Itu Wakil Gubernur muda ini menyampaikan tahun lalu di Kuartal ketiga 2020 melihat bahwa ada kesiapan prokes yang jauh lebih baik ditengah masyarakat. Ketersediaan masker, ketersediaan Hand Sanitizer dan juga pemahaman mengenai prokes yang sudah semakin meluas.

"Nah saat itu kita dihadapkan pada pembukaan pariwisata, Ada yang mengatakan pariwisata kan bukan kebutuhan primer jadi nanti saja. Tapi kami sadar petani sayur holtikultura kemudian industri camilan itu ndak bisa jualan karena pariwisata ditutup. Nah begitu dibuka tentunya kita sadar bahwa sektor-sektor pariwisata tertentu bisa dijalankan dengan prokes", Ungkap Emil.

Emil juga menyampaikan bahwa pariwisata itu mungkin kesannya kebutuhan tersier tapi bagi mereka yang bekerja, baik yang langsung sebagai pekerja maupun petani yang menggantungkan jualan ke pariwisata, Industri mamin dan peternak juga demikian.

"Itulah maksud saya kebutuhan primer. Sehingga dalam hal ini Alhamdulillah di triwulan ke tiga 2020 sektor pariwisata bisa tumbuh diatas rata-rata pertumbuhan provinsi Jatim." Lanjut Emil.

Ketika ditanya terkait kesiapandunia pariwisata Jatim untuk membuka ditengah pandemi suami arumi bachsin ini mengatakan bahwa khusus di Jatim tentunya tidak ada yang sempurna, banyak ruang untuk membenahi.

"Seperti yang saya sampaikan, kalau ada kegiatan diselengarakan di lapangan terbuka tidak ada pengaturan masa, maka keitu kemungkinan sangat riskan terjadi pelanggaran prokes, kalau misalnya diselengarkan di ruang yang bisa dikontrol, siapa tamu yang maksud, tamu yang duduk ini kemudian akan menjadi gong memitigasi resiko tapi kalau ditempat terbuka nanti dulu, jangan kemudian rencana kita untuk menggenjot ekonomi demi rakyat dan kemudian demi pariwisata itu kemudian hal-hal yang riskan ini diasumsikan bisa dijalankan begitu saja", Kata Emil.

Diakhir pertemuan Mantan Bupati Trenggalek ini juga meminta organisasi ASPPI bisa ikut berperan dalam mendisemenasikan ke masyarakat terkait mitigasi resiko.

"Nah kalau ngomong soal kesiapan pemahaman terhadap hal-hal yang kami sampaikan tadi itu menjadi penting. Jadi kadang-kadang kan, yang ini boleh yang ini nggak boleh, itu kan juga tidak mudah dijelaskan secara rinci,untuk itu kami minta teman-teman ASPPI bisa ikut mendisemenasikan ke masyarakat terait mitigasi resiko", Tutup Emil.

Sementara itu, General Manager Ramada Sunset road, Anastasia Damayanti berharap melalui Musda ini kedatangan wisatawan lebih banyak lagi, khususnya dari Jatim untuk ke Bali, jadi saling mensuport antara Jatim dan Bali.

“Di masa pandemi ini omsetnya turun jauh, sampai 80 persen. Harapannya setelah mengikuti acara ini bisa mengalami peningkatan,” ujarnya.

Di tempat yang sama Director of Sales Marketing the Seminyak, Lenny Willyana mengatakan, pihaknya juga bersinergi dengan pemerintah. Pemerintah memberikan vaksin, pihaknya sudah 70 persen. Di Bali vaksin tahap ke dua juga hampir selesai.

“Kemudian tempat-tempat wisata mempunyai CHSE protokoler, untuk hotel sendiri ada Grenn zoon (suatu wilayah yang sudah di sterilkan dan memenuhi protokol kesehatan), dengan adanya ini tamu-tamu bisa merasa aman,” kata Lenny. (*)