Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Pembuat dan Penjual Tabung Oksigen Palsu


Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap sekaligus menangkap pelaku pembuat dan penjual tabung oksigen palsu kepada masyarakat pada masa pandemi Covid-19.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap sekaligus menangkap pelaku pembuat dan penjual tabung oksigen palsu kepada masyarakat pada masa pandemi Covid-19. Sementara harga jual per paket yakni 2 tabung dan satu regulator ukuran 1 M3 dipatok harga Rp 4 juta.

Kasus itu  tertuang Pasal 106 dan atau Pasal 113 Undang-Undarg Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 196 dan atau Pasal 197 Undarg-Urdarg Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan atau Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat (1) Huruf (j) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tahun Perlindungan Konsumen.

Pengungkapan kasus yang melibatkan tersangka berinisial NW alias NG  (52) warga  Simorejo, Surabaya ini bertempat di CV SAK, Jalan Simorejo Timur Surabaya, pada 12 Agustus 2021.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta didampingi Dirreskrimsus Kombes Farman – Kabid Humas Kobes Gatot Repli Handoko, Rabu (18/8/2021) mengatakan, modus operandi kasus tersebut adalah tersangka NW alias NG mempunyai usaha CV SAK yang bergerak dibidang pengisian alat pemadam kebakaran dan repackaging/modif/produksi dari tabung pemadam kebakaran (CO2).

Bahwa tabung APAR (Alat Pemadam Api Ringan CO2) bekas dengan ukuran Volume 1 m3, 1.5 m3 didapatkan dari konsumen yang tidak mengambil kembali pada saat melakukan pengisian tabung.

Selanjutnya tabung tersebut dikeluarkan isinya dan dibersihkan dalamnya, dalam melakkan hal terebut, tersangka tanpa dilengkapi dengan standart sterilisasi kesehatan/medis. Kemudian dilakukan pengecatan ulang dengan warna putih lalu dilakukan pengisian Oksigen (O2) dimana tidak dilakukan pengujian terlebih danulu dan tersangka tidak mempunyai keahlian dibidang kesehatan.

Tabung tersebut dirakit dengan menambahkan regulator oxygen kemudian menindas tulisan/gedrikan (O2) pada tabung dan menempelkan stiker bertuliskan O02 Oxygen sehingga terihat seperti tabung Oksigen (O2) baru, lalu dijual kepada konsumen atau pemakai dengan sistem pembayarannya via transfer dan bertemu langsung (COD).

Barang bukti yang diamankan antara lain  berupa 800 tabung apar dan tabung selam yang akan dimodifikasi sebagai tabung oksigen yang diamankan di TKP, 4 tabung ukuran 6 m3 yang berisiOxygen (02), 9 tabung ukuran 6 m3 yang berisi kosong, 43 tabung ukuran 1 m3 kosong warna putih dan 20 tabung ukuran ½ m3 kosong warna putih.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat diantaranya dijerat pasal  106 Undeng-Undeng Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Pelaku usaha yeng melakukan kegiatan usaha perdagangan tidak memiliki perizinan di bidang perdagangan yeng diberikan oleh Menteri sebagamans Gimaksud Pasal 24 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4  tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar.

Salain itu Pasal 113 Undang-Undang Nomar 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan palaku usaha yang memperdagangkan barang didalam negeri  yang tidak memenuhi  SNI yang diberlakukan  secara wajib atau persyaratan teknis yang diberlakukan  secara wajib sebagaimana dimaksud Pesal 57 ayat (2) dipidana penjara paling lama 5 tahun denda Rp 6 milyar.

Pasal 196 Undang undang No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau  mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan  keamanan, khasiat atau kemanfaatkan dan mutu sebagaimana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana  penjara 10 ahun denda Rp 1 milyar. (red)