Jawa Timur Tertinggi Vaksinasi Penyandang Disabilitas Nasional

Gubernur Khofifah saat saat meninjau vaksinasi kepada penyandang disabilitas di gedung BK3S Surabaya, Minggu, (29/8).
Gubernur Khofifah saat saat meninjau vaksinasi kepada penyandang disabilitas di gedung BK3S Surabaya, Minggu, (29/8).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Percepatan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok disabilitas kini menjadi salah satu fokus dari pemerintah. Saat ini, vaksinasi bagi kelompok disabilitas difokuskan di 6 provinsi, yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bali.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kegiatan vaksinsi Covid-19 kepada penyandang disabilitas besrta keluarganya yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) dengan Badan Koordinasi Kegiatan Kesejakteraan Sosial (BK3S) Jawa Timur, Minggu (29/8).

Pada kesempatan tersebut Gubernur Khofifah mengatakan jika capaian vaksinasi bagi penyandang disabilitas di Jawa Timur menempati angka tertinggi secara nasional. Total ada 18.168 orang disabilitas yang telah mendapatkan vaksinasi dengan jenis Sinopharm. Sedangkan provinsi Jawa Tengah dengan capaian 15.903 dosis di posisi ke dua. 

"Capaian disabilitas ini (Jatim) tertinggi dibandingkan provinsi lain," kata Khofifah.

Ketua IKA Unair tersebut menambahkan, membangun gotong royong merupakan proses penting dalam menyukseskan program vaksinasi nasional. Contohnya, pada kegiatan vaksinasi kali ini, total 1.500 dosis diberikan. Alokasi disabilitas 230 dosis.

Khofifah tidak menargetkan kuota. Apabila ada disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di tempat tertentu yang belum terjangkau vaksinasi, fasilitator bisa mengajukan kepada pemerintah. 

"Jadi khusus difabel dan ODGJ kita memang harus melakukan penjangkauan. Tidak harus jumlahnya banyak. Karena penjangkauan harus kita lakukan, kita harus melakukan out reach," imbuhnya. 

Pemprov Jatim siap menyediakan vaksin. Sedangkan jejaring bisa mempersiapkan tenaga kesehatan dan tim screening. 

"Jadi jangan cerita targetnya 50 harus 100. Tidak, karena ini untuk kepentingan perluasan dan pemerataan pelayanan yang bisa kita jangkau," tegas Khofifah.

Gotong royong tersebut dinilai semakin mendekatkan kepada warga yang membutuhkan. 

"Kalau ini kebetulan BK3S jejaringnya cukup luas. Tetapi jikalau misalnya ada elemen masyarakat yang lain yang mengetahui bahwa ada mungkin ada SLB yang belum mendapatkan vaksinasi, mungkin ada panti tertentu yang belum mendapatkan vaksinasi. Tapi bahwa mereka adalah para difabel atau ODGJ, boleh," jelasnya. 

Sementara itu Ketua BK3S Jatim, Pingky Saptandari bersyukur bisa menginisiai pelaksanaan vaksinasi bagi penyandang disabilitas ini.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan vaksinasi terhadap penyandang disabilitas ini,” ucap Pingky Saptandari.

Perlu ddiketahui, dalam siaran pers dari Kementerian Kesehatan pada 14 Agustus 2021 lalu, diharapkan sebanyak 225.000 sasaran vaksinasi kelompok disabilitas selesai dilaksanakan pada bulan Oktober mendatang. Adapun vaksin yang digunakan adalah Sinopharm yang diperoleh lewat mekanisme hibah dari Raja Uni Emirat Arab sebanyak 450.000 dosis.(red)

 

Editor : prass prasetyo