MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai petugas Program Keluarga Harapan (PKH) plus Jatim merupakan pejuang tangguh dalam melakukan pendampingan, sehingga dirinya percaya mereka tak memerlukan capacity building karena sudah teruji.
“Ndak ada capacity building yang diperlukan karena mereka pada dasarnya para pejuang-pejuang tangguh untuk bisa melayani sesama dengan baik,” kata Khofifah di acara PKH plus di Samator Hotel Surabaya. Selasa (15/11/2022) malam.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Khofifah berharap pada petugas PKH plus yang memperoleh pembekalan dari Dinas Sosial Jawa Timur untuk mengembangkan ketrampilan mereka ketika mendampingi keluarga harapan.
“Terima kasih semuanya, mudah-mudahan hari ini lebih baik dari kemarin ,dan besok lebih baik dari hari ini,” ucap Khofifah yang disambut tepuk tangan ratusan pendamping serta koordinator PKH Plus dari 15 Kabupaten/Kota.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Alwi menjelaskan ada sekitar 50 ribu pagu yang menerima bantuan dari PKH Plus karena menurut data BPS jumlah angka kemiskinan cukup banyak di 15 Kabupaten/Kota. Dan di acara ini para pendamping PKH Plus mendapatkan tambahan bekal berupa pembekalan ilmu dan bantuan dana operasional.
“Mereka sebagai pendamping itu kita berikan tambahan bekal, walaupun kata Bu Gubernur mereka sudah Perfect, sudah bisa. Tapi nggak ada salahnya kita memberikan istilahnya nge-charge pengetahuan dan keterampilan dan dedikasi mereka untuk melayani para PKH plus yang mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa timur,” kata Alwi.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Dengan pembekalan pengetahuan seperti ilmu psikologi, maka pendamping PKH Plus diharapkan dapat meningkatkan lagi kepedulian mereka untuk melakukan pelayanan pendampingan.
“Diharapkan layanan mereka terhadap para lansia ini lebih baik, kepedulian mereka lebih karena itu besok materinya dari psikolog,” pungkas Alwi.(red)
Editor : prass prasetyo