LKPD Unaudited Diserahkan Serentak ke BPK Jatim, Harap Opini WTP Dipertahankan

harianmerahputih.id
Secara serentak, kepala daerah kabupaten/kota di Jawa Timur telah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah kepada Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur (BPK Jatim)

MERAHPUTIH I SIDOARJO -  pada pagi Selasa (5/3). Sejumlah 39 kepala daerah, termasuk kepala daerah Provinsi Jawa Timur, diterima oleh Kepala Perwakilan BPK Jatim, Karyadi, serta anggota V BPK RI, Ahmadi Noor Supit, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Pj Wali Kota Probolinggo, Nurkholis, menyampaikan LKPD dan laporan hasil reviu Inspektorat, dengan harapan semua berjalan lancar hingga pengumuman Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Meskipun penghargaan bukan tujuan utama, pihaknya berupaya mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih sebelumnya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Pemkot telah melakukan upaya agar pengelolaan keuangan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Contohnya, pendampingan dengan pihak kejaksaan, BPKP Jatim, serta reviu rutin dengan Inspektorat. Hal ini mendorong kinerja pemerintah agar pengelolaan keuangan lebih transparan dan akuntabel. Bahkan mulai dari perencanaan awal hingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan kepada publik," ujarnya.

Sementara itu, Anggota V BPK RI, Ahmadi Noor Supit, yang hadir memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada kepala daerah beserta jajarannya atas kerja kerasnya. Menyerahkan LKPD Unaudited secara serentak dan tepat waktu bukanlah hal yang mudah, sesuai dengan amanat undang-undang.

“Sudah waktunya bertekad ke depan, kita melangkah maju. Semua kepala daerah merupakan ujung tombak pembangunan sesuai dengan otonomi daerah. Wajah Indonesia ke depan dilukis oleh para bupati dan wali kota. Karena itu, hilangkan egoisme sektoral, serentak saling berkomunikasi dan saling memahami laporan unaudited ini,” ajaknya.

Ia berharap, 39 daerah ini bisa meraih opini WTP. “Tentu saja selama tidak ada hal yang signifikan dan sangat mengganggu, saya kira doa ini akan dikabulkan Allah SWT. Karena Jawa Timur bisa melakukan secara serentak, contoh paling baik ke seluruh daerah,” ujar Ahmadi.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Ahmadi juga menyampaikan pesannya, “Saat di lapangan, tolong dijaga integritas, independensinya, dan profesionalisme. Saling menghormati dan bekerja sama sesuai posisinya masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Saya percaya dengan tim-tim yang akan turun di bawah kepemimpinan Bapak Kalan BPK Jatim Karyadi. Agar laporan itu bisa menjelma menjadi opini WTP”.

Sementara itu, Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono, meminta semua daerah di bawah kepemimpinannya menyiapkan diri dengan baik ketika ada pemeriksaan secara terinci.

“Kami yakin dengan pengalaman tahun kemarin meraih opini WTP. Mari saling membantu, selaku pembina di provinsi akan memfasilitasi konsultasi atau yang lainnya jika diperlukan. Dengan harapan laporan yang disajikan akuntabel, sesuai dengan target sasaran dan dampaknya,” pungkasnya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Laporan Keuangan unaudited yang diserahkan oleh entitas tersebut terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan SAL, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan atas Laporan Keuangan yang disertai dengan beberapa lampiran.

Laporan keuangan akan diperiksa oleh BPK dalam rangka memberikan pendapat/opini atas kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan. Hasil pemeriksaan BPK bukan sekedar opini WTP, namun value yang didapat untuk menyejahterakan masyarakat JawaTimur. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru