MERAHPUTIH I MALANG - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) kembali mengambil langkah tegas dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam dengan menutup aktivitas wisata di Gunung Bromo pada tanggal 25-26 April 2024 untuk melakukan pembersihan kawasan. Tindakan ini dilakukan setelah kegiatan serupa telah berhasil dilaksanakan pada awal bulan April 2024.
Menurut Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, penutupan wisata Bromo untuk pembersihan kawasan memiliki tujuan yang jelas, yaitu memberikan edukasi kepada pengunjung tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah permasalahan sampah. "Kami ingin memberikan edukasi kepada pengunjung, bahwa sampah itu adalah masalah yang besar dan harus dicegah bersama," ungkap Septi.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Septi menjelaskan bahwa masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan taman nasional diminta untuk tidak membuang atau meninggalkan sampah sembarangan. Sampah harus disimpan terlebih dahulu dan dibuang di tempat yang telah disediakan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan di kawasan taman nasional, serta mengajak pengunjung untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
"Kawasan taman nasional bukan tempat pembuangan sampah. Itulah sebabnya kami tidak menyediakan banyak tempat sampah, karena kami berharap pengunjung bisa bertanggung jawab pada sampah masing-masing," tambahnya.
Aksi pembersihan kawasan Bromo tahap pertama dilakukan pada tanggal 4 April hingga 5 April 2024, dengan hasil berhasil membersihkan kurang lebih 3,5 ton sampah dari wilayah Gunung Bromo. Mayoritas sampah yang berhasil dikumpulkan adalah sampah plastik yang dibuang sembarangan.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Pada tahap pertama pembersihan tersebut, sejumlah titik lokasi yang menjadi fokus antara lain Gunung Penanjakan, Bukit Kedaluh, Simpang Dingklik, Pakis Bincil, Laut Pasir, area sekitar tangga Bromo, puncak Gunung Bromo, dan Savana Lembah Watangan.
Partisipasi dalam aksi pembersihan ini melibatkan sekitar 450 personel dari berbagai elemen, termasuk Balai Besar TNBTS, TNI/Polri, sukarelawan, pelaku jasa wisata jip dan kuda, serta para pedagang kaki lima (PKL). "Total ada 450 personel dari berbagai elemen yang diterjunkan. Total sampah yang dibersihkan mencapai lebih dari 3,5 ton atau setara dengan kapasitas 12 mobil pikap," jelas Septi.
Pada tanggal 25-26 April, penutupan kawasan Gunung Bromo akan dilakukan mulai dari wilayah Kabupaten Probolinggo di pintu masuk Cemorolawang. Sementara dari arah Kabupaten Pasuruan, akses ditutup dari wilayah Dingklik. Selain itu, pintu masuk dari arah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang akan ditutup di wilayah Jemplang.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Berdasarkan catatan Balai Besar TNBTS, jumlah kunjungan wisatawan di Gunung Bromo sepanjang tahun 2023 mencapai 368.507 orang, terdiri dari wisatawan nusantara dan mancanegara. Jumlah tersebut terdiri dari 355.297 wisatawan Nusantara dan 13.210 wisatawan mancanegara. Kunjungan ini juga memberikan kontribusi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) senilai Rp14,70 miliar.
Dengan adanya tindakan pembersihan kawasan Gunung Bromo secara berkala ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan merawat kelestarian alam semakin meningkat, serta mampu memberikan dampak positif bagi pariwisata dan ekonomi lokal. (red)
Editor : prass prasetyo