Pemprov Jatim Raih Penghargaan Paritrana Award 2024 Sebagai Provinsi Terbaik Inovasi Zona Jawa Bali

harianmerahputih.id
Penghargaan Paritrana Award 2024 diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin kepada Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Kamis (12/9)

MERAHPUTIH I JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Paritrana Award 2024 sebagai Provinsi Terbaik Inovasi Zona Jawa-Bali. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin kepada Pj. Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono di Plaza BPJamsostek, Jakarta, Kamis (12/9).

Pemprov Jatim dinilai berhasil melakukan inovasi dalam meningkatkan cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pekerja di wilayahnya. Pj. Gubernur Adhy Karyono menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bukti komitmen pemprov dalam memaksimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan hingga mencapai universal coverage bagi seluruh pekerja di Jatim.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Alhamdulillah Jatim mendapat penghargaan Paritrana Award 2024. Ini menjadi bukti komitmen yang sudah kami tunjukkan untuk memberikan perlindungan maksimal kepada tenaga kerja di Jatim," kata Adhy.

Penghargaan ini, lanjutnya, memotivasi pemprov untuk terus memperjuangkan perlindungan penuh bagi pekerja, terutama dalam rangka mengurangi kemiskinan ekstrem di Jawa Timur. Salah satu upaya penting yang telah dilakukan adalah optimalisasi penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk melindungi petani tembakau dan pekerja rentan melalui program BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami berharap optimalisasi DBHCHT ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pekerja, sehingga kemiskinan ekstrem di Jatim dapat ditekan," tambah Adhy.

Kebijakan optimalisasi DBHCHT yang diterapkan oleh Pemprov Jatim juga diapresiasi karena tidak dapat dilakukan di provinsi lain di zona Jawa-Bali. Hingga kini, sebanyak 21 kabupaten/kota di Jatim telah merealisasikan program ini dengan total tenaga kerja yang tercover sebanyak 211.353 orang.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Selain itu, Pj. Gubernur Adhy terus mendorong para bupati dan wali kota di Jatim untuk memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di daerah masing-masing. Jika ada keterbatasan sumber pendanaan, bisa dilakukan dengan alternatif lain yang sah.

Pemprov Jatim juga berkomitmen untuk mempercepat tercapainya universal coverage 100% secara bertahap. Pada tahun 2024, target coverage ditetapkan sebesar 35%, naik 6ri tahun 2023. Sementara pada tahun 2025, target coverage akan ditingkatkan menjadi 40%.

Wakil Presiden RI KH. Ma'ruf Amin dalam sambutannya menekankan pentingnya program perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan kesejahteraan bagi pekerja. Ia juga menyoroti pentingnya memperluas cakupan perlindungan ini hingga mencapai Indonesia Emas 2045, di mana 99,5% pekerja di Indonesia diharapkan telah terlindungi.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

"Program jaminan sosial ketenagakerjaan juga sangat penting diberikan kepada pekerja rentan seperti petani, nelayan, dan pedagang kaki lima untuk menghadapi kondisi finansial darurat," ujar Ma'ruf Amin.

Upaya Pemprov Jatim dalam meningkatkan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan juga mendapat apresiasi tinggi karena sejalan dengan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru