Universitas Hang Tuah Dorong Pengelola Wisata Kuliner Semolowaru Tingkatkan Kompetensi Digital Lewat Workshop Content Creator

harianmerahputih.id
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) menyelenggarakan workshop dan pendampingan content creator bagi para pengelola Sentra Wisata Kuliner (SWK) Semolowaru pada Jumat (4/10)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hang Tuah (UHT) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif, khususnya di bidang wisata kuliner. Pada Jumat (4/10), FISIP UHT menyelenggarakan workshop dan pendampingan khusus bagi para pengelola Sentra Wisata Kuliner (SWK) Semolowaru. Acara yang dihadiri oleh 50 peserta ini merupakan bagian dari Program Hibah Pendanaan Program Pengembangan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kegiatan ini dipimpin oleh Rubens Pasha Jans, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UHT, yang juga menjadi ketua dalam pelaksanaan program ini. Rubens, bersama timnya, tidak bekerja sendirian. Mereka didampingi oleh sejumlah dosen yang berperan sebagai pembimbing, yaitu Dr. M. Husni Tamrin, SAP., M.KP; Moh. Musleh, SAP., MAP; Deasy Areiffiani, S.IP., M.Si; dan Apt. Fairzah Izazi, M.farm dari Biro Kegiatan Kemahasiswaan dan Alumni (BKKA) UHT. Dalam acara ini, Dr. Roro Dyah Eko Setyowati hadir sebagai narasumber utama, membagikan wawasan dan strategi tentang pengelolaan konten digital yang efektif untuk meningkatkan daya tarik wisata kuliner di Semolowaru.

Baca juga: Pemkot Surabaya Dirikan Posko Peduli Bencana di Taman Surya, Salurkan Bantuan untuk Korban di Sumatera

Workshop ini diawali dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk menggali isu-isu strategis yang dihadapi oleh pengelola wisata kuliner di Semolowaru. Diskusi ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Perdagangan serta Lurah Semolowaru yang turut hadir memberi dukungan penuh terhadap program tersebut. FGD ini memberikan ruang bagi para peserta untuk merumuskan strategi kolaboratif dalam memajukan SWK Semolowaru.

Dalam sesi utama workshop, para peserta mendapatkan pelatihan yang berfokus pada pembuatan konten kreatif, optimalisasi media sosial untuk promosi, serta pengembangan strategi pemasaran yang tepat guna. Dr. Roro Dyah Eko Setyowati menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai instrumen utama dalam memasarkan destinasi wisata kuliner.

“Di era digital saat ini, kemampuan untuk memanfaatkan media sosial secara efektif adalah keharusan. Konten yang kreatif dan menarik dapat menjadi magnet untuk mendatangkan lebih banyak pengunjung, terutama bagi lokasi wisata kuliner seperti SWK Semolowaru,” ujarnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Raih Anugerah Tertinggi PGRI

Selain pelatihan, Universitas Hang Tuah juga memberikan dukungan nyata dalam upaya meningkatkan kebersihan dan citra SWK Semolowaru. Sebanyak 10 tong sampah disumbangkan kepada para pengelola, serta 50 apron yang dibagikan untuk digunakan selama beroperasi. Tidak hanya itu, Universitas juga membantu para pengelola untuk membuat akun media sosial Instagram sebagai salah satu langkah dalam memperluas jangkauan promosi mereka.

Menurut Dr. Husni Tamrin, pendamping kegiatan ini, peningkatan kompetensi digital merupakan hal yang mendesak bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata. “Industri pariwisata saat ini sangat kompetitif. Pengelola wisata kuliner harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki keterampilan dalam menciptakan serta mengelola konten yang menarik agar dapat bersaing dan menarik pengunjung lebih banyak,” jelasnya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Sisir Jalan Dharmawangsa–Semarang: Trotoar Dibersihkan, Parkir Liar Ditertibkan

Sebagai penutup, Rubens Pasha Jans menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengelola SWK Semolowaru. “Kami berharap setelah workshop ini, para pengelola SWK dapat memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh untuk mengembangkan bisnis mereka, meningkatkan daya tarik destinasi kuliner, dan pada akhirnya, menarik lebih banyak wisatawan,” ujar Rubens.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bukti kontribusi Universitas Hang Tuah dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif, tetapi juga sebagai wujud kolaborasi yang baik antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi lokal. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di berbagai sentra wisata lainnya dalam meningkatkan daya saing di era digital. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru