Inovasi Pemprov Jatim Dorong UMKM Melalui Layanan Ekspor dan Kurasi Produk

harianmerahputih.id
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono berbincang dengan pelaku UMKM usai meresmikan tiga layanan baru di Disperindag Provinsi Jawa Timur, Senin (11/11

MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meresmikan tiga layanan baru di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur yang bertujuan untuk mendukung perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayah tersebut. Peresmian ini berlangsung di Kantor Disperindag Jatim,  Senin (11/11).

Inovasi ini meliputi layanan konsultasi ekspor, pusat kurasi industri dan perdagangan (indag), serta galeri indag yang bertujuan untuk membuka peluang ekspor bagi produk-produk lokal unggulan Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

"Bismillahirrahmaanirrohim, kegiatan pasar murah dan launching sarpras Disperindag Jatim secara resmi saya nyatakan dibuka," ungkap Adhy saat peresmian.

Pemprov Jatim menghadirkan layanan konsultasi ekspor sebagai upaya mendorong UKM dan IKM Jawa Timur untuk siap bersaing di pasar internasional. Layanan ini memfasilitasi pelatihan intensif, business matching, dan coaching clinic agar para pelaku usaha memahami standar kualitas ekspor yang diperlukan.

“UKM bisa ikut coaching clinic dan business matching dengan DPMPTSP, sehingga kita tahu betul produk yang layak untuk pasar ekspor,” jelas Adhy.

Pusat kurasi ini menyediakan fasilitas bagi para pelaku UKM untuk memastikan produk mereka memenuhi standar kualitas yang tinggi. Dengan kurasi yang dilakukan oleh tim ahli, produk-produk UKM akan memiliki daya saing di pasar global.

“Ini penting agar produk kita memenuhi standar kualitas dan cocok untuk dipasarkan di negara yang tepat,” katanya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Adhy menambahkan bahwa pusat kurasi ini mampu melayani lebih dari 50 UKM dalam sehari. Tingginya minat pelaku UKM untuk mendapatkan kurasi ini menunjukkan komitmen mereka dalam meningkatkan kualitas produk.

Selain itu, galeri indag hadir sebagai wadah untuk mempromosikan produk-produk unggulan Jawa Timur. Adhy berharap galeri ini dapat menjadi pusat referensi dan pemasaran produk UKM yang lebih luas. “Kami instruksikan agar galeri ini tidak hanya sekadar menampilkan produk, tapi juga mampu memasarkan,” ungkapnya.

Acara tersebut juga diwarnai dengan pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga di bawah pasar. Beras medium, misalnya, dijual dengan harga Rp11.000/kg, lebih murah dari harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500/kg. “Pasar murah ini juga bagian dari antisipasi kenaikan harga jelang akhir tahun,” ujar Adhy.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Pj. Gubernur Jatim juga menggarisbawahi pentingnya ekspor sebagai salah satu penggerak ekonomi Jawa Timur. Pada September 2024, nilai ekspor Jatim tercatat mencapai USD 2,16 miliar, naik 14,95ri tahun sebelumnya. Ekspor non-migas mendominasi, terutama sektor industri pengolahan yang mencapai 91,8%.

“Ekspor non-migas, terutama produk IKM, sangat berpotensi karena pasar yang luas. Jaringan buyer internasional kita juga mendukung langkah ini,” ujar Adhy.

Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan Sertifikasi Kurasi kepada 50 pelaku UKM sebagai simbol pengakuan kualitas produk mereka. Adhy menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program ini, yang dinilai sebagai langkah penting dalam mendukung perekonomian Jatim yang berkelanjutan. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru