Pemkot Surabaya Sigap Atasi Dampak Angin Puting Beliung di Kecamatan Mulyorejo

harianmerahputih.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menangani dampak bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Kelurahan Manyar Sabrangan dan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, pada Jumat (29/11/2024) sore.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Bencana angin puting beliung yang menerjang Kelurahan Manyar Sabrangan dan Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, pada Jumat (29/11/2024) sore, langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Cuaca ekstrem yang berlangsung selama satu jam, pukul 15.00 hingga 16.00 WIB, mengakibatkan 102 rumah rusak ringan, 22 pohon tumbang, dan satu warga mengalami luka.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan, kerusakan meliputi atap rumah yang mayoritas berbahan asbes. “Ada 316 jiwa terdampak, dengan rincian 241 jiwa di Kelurahan Manyar Sabrangan dan 75 jiwa di Kelurahan Mulyorejo. Kami langsung melakukan kaji cepat dan tanggap darurat,” ujar Hebi, Selasa (2/12/2024).

Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar

Setelah kejadian, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama sejumlah perangkat daerah meninjau lokasi terdampak. Upaya penanganan melibatkan BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta instansi lain.

BPBD Surabaya langsung memotong pohon tumbang, mengevakuasi korban, dan memasang terpal sebagai perlindungan sementara bagi warga. Kegiatan ini didukung oleh Koramil 0831-04/Sukolilo dan Kodim 0831/Surabaya Timur.

"Dinas Lingkungan Hidup membersihkan area terdampak, sementara DSDABM memastikan saluran air tetap lancar untuk mencegah genangan," tambah Hebi.

Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital

Tidak hanya BPBD, berbagai instansi turut membantu penanganan dampak bencana ini. PLN memutus sementara aliran listrik di lokasi terdampak untuk keamanan, kemudian memperbaiki instalasi listrik yang rusak. Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama PMI memberikan layanan medis kepada korban luka.

Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (DPRKPP) menyediakan bantuan terpal dan mendata rumah rusak untuk program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Sedangkan Dinas Perhubungan (Dishub) mengatur lalu lintas agar lokasi tetap kondusif.

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

Warga yang terdampak juga mendapatkan bantuan logistik dari BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI). Hebi menyebut bahwa koordinasi lintas instansi terus berjalan untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi.

“Pemkot Surabaya berkomitmen memberikan penanganan terbaik. Semua pihak telah bekerja sama untuk memulihkan kondisi di dua kelurahan terdampak,” tegas Hebi. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru