Bencana Banjir Ponorogo: Pj. Gubernur Jatim Pastikan Evakuasi dan Perbaikan Tanggul Berjalan Cepat

harianmerahputih.id
Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono turun langsung meninjau lokasi banjir dan tempat pengungsian di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Senin (16/12).

 

MERAHPUTIH I PONOROGO – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono bergerak cepat menanggapi bencana banjir yang melanda Kabupaten Ponorogo. Bersama Bupati Sugiri Sancoko dan jajaran terkait, Adhy turun langsung meninjau lokasi banjir di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Senin (16/12).

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Dalam tinjauannya, Adhy memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk makanan dan tempat pengungsian, menjadi prioritas utama. "Kita ingin pastikan seluruh kebutuhan dasar warga terpenuhi, dan evakuasi dilakukan dengan cepat dan aman," tegas Adhy saat memantau proses evakuasi.

Banjir ini menggenangi lebih dari 250 rumah di tujuh kecamatan, termasuk Sambit, Mlarak, dan Jetis. Ketinggian air yang masih tinggi menjadi kendala utama dalam penanganan tanggul jebol di Sungai Kali Sono. Meski demikian, Dinas PU Sumber Daya Air Jawa Timur sudah disiagakan untuk segera memperbaiki tanggul begitu kondisi memungkinkan.

Adhy juga menyoroti pentingnya edukasi kepada warga terkait risiko bertahan di rumah. Meski pengungsian telah disediakan di Pendopo Kabupaten Ponorogo, sebagian warga memilih tinggal untuk menjaga asetnya. "Kami ajak masyarakat, terutama kelompok rentan, agar segera mengungsi ke tempat aman," ujarnya. Hingga kini, dua korban meninggal akibat banjir telah tercatat, sehingga fokus evakuasi menjadi hal yang sangat mendesak.

Turut hadir dalam peninjauan, Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan rencana operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah terdampak.

"Langkah ini bukan untuk menghentikan hujan, tetapi mengurangi debit air agar tidak memicu banjir lebih parah," jelasnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Suharyanto juga memastikan dukungan penuh terhadap kebutuhan warga terdampak, mulai dari bantuan logistik hingga renovasi rumah yang rusak. Dalam kesempatan ini, bantuan berupa sembako, selimut, dan perlengkapan evakuasi turut diserahkan kepada Pemkab Ponorogo.

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Sambit sejak Minggu malam (15/12) menyebabkan debit air Sungai Kali Sono meningkat drastis. Akibatnya, tanggul jebol dan air meluap, merendam rumah, jalan desa, dan area persawahan di beberapa kecamatan. Selain kerugian material, banjir ini juga menimbulkan trauma bagi warga yang terdampak.

Pemprov Jatim dan BNPB berkomitmen untuk mengatasi dampak banjir ini dengan langkah tanggap darurat yang terkoordinasi.

"Kami harap perbaikan tanggul dapat dimulai segera setelah air surut. Fokus utama kami tetap pada keselamatan warga," tutup Adhy.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi risiko dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, terutama di wilayah rawan banjir seperti Ponorogo. (red) 

 

 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru