MERAHPUTIH I BOJONEGORO - Sebuah babak baru bagi Kabupaten Bojonegoro resmi dimulai. Setyo Wahono dan Nurul Azizah telah dikukuhkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro masa jabatan 2025-2030 dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Ruang Paripurna Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro, Selasa (4/3/2025).
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, serta berbagai pejabat penting lainnya. Hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK Bojonegoro 2025-2030 Sri Budi Cantika Yuli, serta sejumlah mantan pemimpin Bojonegoro, termasuk Pj. Bupati Adriyanto yang telah mengakhiri masa tugasnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan
Sertijab ini menjadi momentum penting yang ditandai dengan penandatanganan dokumen serah terima jabatan. Setelah itu, dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa, di mana Bupati Setyo Wahono menyampaikan visi dan misinya untuk membawa Bojonegoro ke arah yang lebih maju.
Dalam pidatonya, Wahono menegaskan komitmennya untuk mensinergikan program pembangunan daerah dengan kebijakan nasional, termasuk delapan misi utama yang telah ditetapkan dalam visi Indonesia Emas 2045.
“Kami akan berupaya menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, dengan membangun sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah,” ujarnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Bojonegoro, mulai dari angka kemiskinan yang masih mencapai 11,69 persen (sekitar 143.250 jiwa), tingkat pengangguran sebesar 4,42 persen, hingga isu stunting yang masih menjadi perhatian utama.
Tak hanya itu, Wahono juga memaparkan 10 isu strategis yang menjadi fokus pemerintahannya, di antaranya peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan pembangunan, pelestarian budaya lokal, hingga ketahanan terhadap bencana dan perubahan iklim.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Wahono dan timnya telah menyiapkan lima misi pembangunan serta delapan program Quick Wins yang akan diterapkan dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. Ia menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga masyarakat Bojonegoro sendiri.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Tidak ada keberhasilan tanpa kerja sama. Kami butuh dukungan dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat agar Bojonegoro semakin makmur dan membanggakan,” pungkasnya.
Dengan semangat optimisme dan sinergi yang kuat, Bojonegoro kini bersiap menapaki masa depan yang lebih cerah di bawah kepemimpinan baru. Semua mata tertuju pada langkah pertama yang akan diambil Wahono dalam mewujudkan janjinya bagi warga Bojonegoro. (prs)
Editor : prass prasetyo