MERAHPUTIH I BANDUNG - Tak hanya fokus mengawal lini tengah PERSIB Bandung di Liga 1, gelandang tangguh Marc Klok kini tengah menapaki jalur baru dalam perjalanan kariernya. Bukan sekadar memperkuat otot dan taktik di lapangan hijau, pemain naturalisasi kelahiran Belanda itu mulai menyiapkan fondasi masa depannya di luar dunia bermain. Salah satu langkah strategis yang ia ambil adalah mengikuti FIFA Player Executive Program, sebuah program bergengsi yang dirancang untuk membekali para pesepakbola profesional dengan keterampilan dan pengetahuan manajerial serta bisnis sepakbola.
Klok menjadi salah satu dari sekitar 300 pemain profesional dari seluruh dunia yang berhasil terpilih dalam program tersebut. Pemain bernomor punggung 23 itu menyebutkan bahwa keikutsertaannya bukan tanpa alasan. Ia telah lama memikirkan soal kehidupan setelah gantung sepatu—suatu fase yang pasti akan datang bagi setiap atlet.
Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”
“Saya selalu berpikir untuk mulai memikirkan kehidupan setelah berhenti bermain sepakbola. Program ini adalah momentum saya untuk mengeksplorasi hal itu. Karier saya di lapangan memang masih cukup panjang, tapi tidak ada salahnya mulai belajar dan berjejaring dari sekarang,” ujar Klok dalam keterangannya.
Melalui program ini, Klok akan mengikuti berbagai kelas dan pelatihan secara daring. Materi yang disuguhkan akan mencakup berbagai aspek bisnis dalam dunia sepakbola—dari pengelolaan klub, strategi keuangan, pemasaran olahraga, hingga kepemimpinan dalam struktur organisasi sepakbola. Ini merupakan bagian dari komitmen FIFA untuk memberikan akses pendidikan lanjutan bagi para pemain yang ingin tetap terlibat dalam industri sepakbola setelah pensiun.
“Program ini lebih banyak mengajarkan tentang sisi bisnis dari sepakbola. Mungkin ke depannya saya akan ke sana, siapa tahu? Saya merasa ini langkah yang bagus, dan saya sangat antusias bisa bergabung dengan banyak pemain hebat dari seluruh dunia,” tambah Klok.
Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1
Tak hanya Klok, sejumlah nama besar lainnya juga ambil bagian dalam program ini. Beberapa di antaranya adalah Maarten Paes, penjaga gawang FC Dallas yang juga berasal dari Belanda, serta Rodrigo De Paul, gelandang andalan klub La Liga, Atletico Madrid, dan juga pilar penting Tim Nasional Argentina.
“Melihat banyak pemain besar ikut serta, saya merasa ini adalah ruang yang tepat untuk berkembang dan membangun jaringan. Sepakbola bukan hanya tentang bermain, tapi juga memahami bagaimana semuanya bekerja di balik layar,” katanya.
Dengan langkah ini, Marc Klok membuktikan bahwa seorang pesepakbola tidak hanya dituntut tampil optimal di atas lapangan, tetapi juga perlu memiliki visi yang matang untuk masa depan. Di tengah kompetisi ketat di Liga 1, Klok tetap menunjukkan profesionalisme dan konsistensinya, sekaligus menyiapkan diri untuk babak baru dalam hidupnya. Sebuah contoh inspiratif dari atlet yang sadar bahwa keberhasilan sejati tak hanya diukur dari jumlah trofi, tetapi juga dari bagaimana ia memaknai dan mengelola kariernya secara menyeluruh. (red)
Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”
Editor : prass prasetyo