Pemda DIY Fokuskan Bus Listrik Layani Wisatawan di Pusat Kota Mulai Mei 2025

harianmerahputih.id
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mulai mengoperasikan bus listrik secara khusus untuk melayani wisatawan di kawasan pusat Kota Yogyakarta mulai 1 Mei 2025

MERAHPUTIH I YOGYAKARTA — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mulai mengoperasikan bus listrik secara khusus untuk melayani wisatawan di kawasan pusat Kota Yogyakarta mulai 1 Mei 2025. Langkah ini diambil guna mengoptimalkan fungsi bus listrik sebagai moda transportasi ramah lingkungan di destinasi wisata utama.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan DIY, Wulan Sapto Nugroho, mengungkapkan bahwa perubahan trayek akan disosialisasikan kepada masyarakat pada akhir April 2025.

Baca juga: Gunung Slamet Menyapa Dunia: 1.000 Pelari Jelajahi Keindahan Alam dalam Slamet Trail Run 2025

"Akhir bulan ini kami akan lakukan sosialisasi agar masyarakat memahami pergeseran trayek ini dan tidak salah kaprah," kata Wulan di Yogyakarta, Minggu (20/4).

Menurutnya, pergeseran trayek bus listrik saat ini masih dalam tahap finalisasi dan akan difinalkan melalui rapat koordinasi pekan depan bersama para pemangku kepentingan terkait. Rapat tersebut akan melibatkan operator bus dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

"Target kami, mulai 1 Mei nanti trayek baru sudah bisa dijalankan," ujarnya.

Dua titik keberangkatan telah disiapkan untuk mendukung operasional bus listrik, yaitu di Parkiran Ngabean (barat) dan kawasan Kridosono (timur) Kota Yogyakarta. Bus akan tetap beroperasi di dalam kota dengan jalur yang menyusuri sumbu filosofis Yogyakarta, yang dikenal sebagai kawasan wisata utama.

Baca juga: Pesona Sejuk dan Hangat Cangar: Ketika Alam dan Inovasi Bertemu di Lereng Arjuno

Wulan menjelaskan, perubahan trayek dilakukan berdasarkan hasil uji teknis, termasuk penghitungan efisiensi putaran dan daya tahan baterai. Bus listrik yang digunakan akan tetap mengisi daya di Bandara Adisutjipto. "Kalau baterai sudah tinggal 30 persen, bus wajib kembali ke bandara untuk diisi ulang," jelasnya.

Selama ini, operasional bus listrik dinilai kurang optimal karena rutenya tumpang tindih dengan trayek Trans Jogja 1A. Dengan jalur baru, bus listrik akan berfungsi sebagai shuttle khusus wisatawan tanpa bersinggungan dengan layanan Trans Jogja.

"Konsep shuttle ini memungkinkan bus berputar lebih banyak dan menampung lebih banyak penumpang," kata Wulan.

Baca juga: Jalin Ikatan Budaya dan Pembangunan, Dua Gubernur Bertemu di Kraton Kilen

Dua unit bus listrik yang dimiliki Pemda DIY akan dioperasikan di satu trayek yang sama. Layanan ini tetap akan digratiskan bagi masyarakat hingga akhir 2025. Wulan menambahkan, sebagian besar penumpang bus listrik saat ini berasal dari kalangan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman naik transportasi ramah lingkungan.

"Pengguna dari kalangan pekerja memang ada, tapi jumlahnya masih terbatas," ujarnya.

Langkah ini diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan sistem transportasi yang lebih bersih, efisien, dan mendukung citra Yogyakarta sebagai kota wisata budaya berkelanjutan.(red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru