Menanti Kebangkitan Persija di Ujung Musim: Jalan Terjal Menuju Empat Besar

harianmerahputih.id
Persija Jakarta

MERAHPUTIH I JAKARTA – Liga 1 2024/2025 memasuki fase krusial. Bagi Persija Jakarta, empat laga tersisa ibarat ujian akhir yang akan menentukan arah musim ini. Harapan untuk menembus posisi empat besar belum sirna, tetapi jalannya tidak mudah. Di tengah laju tim yang naik-turun, konsistensi menjadi harga mati.

Empat pertandingan menanti Macan Kemayoran. Mulai dari menghadapi pemuncak klasemen Borneo FC pada 4 Mei 2025, bertamu ke markas Bali United pada 10 Mei, menjamu PSS Sleman pada 17 Mei, dan menutup musim dengan lawatan ke kandang Malut United pada 25 Mei.

Baca juga: Persebaya Gaspol ke Lampung, Uston Pastikan Skuad Tetap Bugar Meski Jadwal Melelahkan

Keempat pertandingan tersebut menjadi panggung penentu: akankah Persija mengakhiri musim dengan kepala tegak atau justru tergelincir keluar dari zona kompetitif? Saat ini, Persija berada di posisi kelima klasemen sementara dengan 47 poin, hasil dari 13 kemenangan, delapan kali imbang, dan sembilan kekalahan.

Kepercayaan diri Persija sempat bangkit setelah menaklukkan Persik Kediri 1-0 pada pekan ke-29. Namun, hasil itu seketika teredam saat tim ibu kota takluk 0-2 dari Semen Padang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (27/4/2025).

“Kami menerima pukulan yang sangat berat. Bermain di kandang, kalah dengan skor 0-2, itu sangat menyakitkan,” ujar gelandang Persija, Hanif Sjahbandi, dalam wawancara usai laga.

Pemain berusia 28 tahun itu tidak menutup-nutupi kekecewaannya. Ia menyebut kekalahan tersebut sebagai pengalaman pahit yang harus dijadikan cermin untuk tampil lebih baik di laga-laga sisa.

“Ini hasil yang memalukan. Tapi saya ingin menjadikannya pelajaran, tidak hanya untuk saya pribadi, tapi juga untuk seluruh tim. Kami harus lebih solid, baik saat bertahan maupun menyerang,” tambah mantan pemain Arema FC itu.

Baca juga: PERSIB Langsung Terbang ke Surabaya, Siapkan Diri Hadapi Madura United di Tengah Padatnya Jadwal

Posisi Persija saat ini memang belum sepenuhnya aman. Kompetisi di papan atas masih ketat. Dengan hanya empat pertandingan tersisa, peluang finis di empat besar terbuka, tetapi juga rentan lenyap jika konsistensi tidak segera ditemukan.

Pelatih Thomas Doll memiliki pekerjaan rumah yang tak ringan. Lini pertahanan masih kerap terlihat rapuh, terutama ketika menghadapi tim dengan serangan cepat. Di sisi lain, produktivitas lini depan belum sepenuhnya stabil, dengan beberapa pemain kunci sempat absen karena cedera maupun akumulasi kartu.

Borneo FC akan menjadi batu ujian pertama. Tim asal Samarinda itu tampil luar biasa musim ini dan berada di puncak klasemen. Persija tak hanya harus tampil disiplin, tetapi juga penuh determinasi jika ingin mencuri poin dari laga itu.

Selanjutnya, menghadapi Bali United di kandang lawan juga bukan perkara enteng. Tim Serdadu Tridatu dikenal kuat saat bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Sementara dua laga terakhir, yakni menghadapi PSS dan Malut United, bisa menjadi peluang maksimalisasi poin jika Persija mampu menjaga mental bertanding dan meminimalisasi kesalahan.

Baca juga: Persebaya Pecat Eduardo Perez, Gejolak di GBT Berbuah Keputusan Besar

Wajah optimisme masih terpancar dari para pemain dan jajaran pelatih. Meski perjalanan musim ini penuh liku, ambisi untuk finis di zona empat besar tetap dijaga. Sebab, itu bukan hanya soal prestasi, tetapi juga harga diri tim sebesar Persija.

“Setiap pertandingan ke depan kami anggap final. Tak boleh ada lagi celah. Semua harus bermain dengan hati,” kata Hanif menegaskan.

Dukungan suporter pun menjadi elemen penting. Jakmania, dengan loyalitas tanpa syarat, diharapkan terus memberikan energi positif dari tribun maupun layar kaca. Musim ini belum berakhir, dan selama peluit panjang belum berbunyi, harapan selalu hidup. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru