Visa Haji Terbit untuk 187 Ribu Jemaah, Kemenag Ngebut Urus Sisanya

harianmerahputih.id
FOTO ILUSTRASI: Kementerian Agama kini mengalihkan perhatian penuh pada proses penerbitan visa jemaah

MERAHPUTIH I JAKARTA - Setelah menyelesaikan proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) reguler 1446 Hijriah/2025 Masehi, Kementerian Agama kini mengalihkan perhatian penuh pada proses penerbitan visa jemaah. Targetnya jelas: seluruh jemaah harus mengantongi visa sebelum jadwal keberangkatan dimulai awal Mei ini.

Direktur Layanan Haji Dalam Negeri, Muhammad Zain, mengatakan hingga Sabtu pagi, 3 Mei 2025, sudah ada 187.773 visa jemaah reguler yang terbit. Jumlah itu mendekati 97 persen dari total permintaan visa yang diajukan.

Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026

“Request visa yang kami ajukan sejauh ini mencapai 192.551. Kita masih tunggu proses approval dari otoritas Arab Saudi, sambil menyelesaikan sisa pengajuan,” kata Zain di Jakarta.

Indonesia tahun ini mendapat total kuota 221 ribu jemaah. Dari jumlah tersebut, 203.320 dialokasikan untuk jemaah reguler dan sisanya 17.680 untuk haji khusus. Rinciannya, 190.897 jemaah berangkat berdasarkan antrean porsi, 10.166 mendapat prioritas karena lanjut usia, 685 merupakan pembimbing ibadah dari KBIHU, serta 1.572 lainnya petugas haji daerah (PHD).

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

Penerbitan visa menjadi bagian penting dari persiapan teknis menjelang musim haji. Kementerian Agama juga telah menetapkan skema keberangkatan dalam Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1446 H. Kloter pertama akan diberangkatkan menuju Madinah mulai 2 hingga 16 Mei 2025. Sementara gelombang kedua akan terbang langsung ke Jeddah antara 17 sampai 31 Mei 2025.

“Harapan kami, proses penerbitan visa berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Zain.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

Musim haji 2025 menjadi salah satu yang paling padat dalam lima tahun terakhir, menyusul peningkatan kuota dan normalisasi pascapandemi. Kementerian Agama kini berpacu dengan waktu untuk memastikan seluruh jemaah siap menunaikan rukun Islam kelima dengan tertib dan aman. (red)


 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru