Persib Bandung Kunci Gelar Juara Liga 1 2024/2025

harianmerahputih.id
PERSIB Bandung juara Liga 1 musim 2024/2025

MERAHPUTIH I BANDUNG – Di tengah sunyinya ruang ganti usai kekalahan dari Malut United, kabar bahagia datang menghampiri Persib Bandung. Meskipun tak meraih poin dalam lawatan ke Stadion Kie Raha, Jumat (2/5/2025), langkah Persib menuju tangga juara Liga 1 musim 2024/2025 tak tergoyahkan.

Kepastian itu datang dua hari berselang, Senin (5/5/2025) petang, bukan dari kaki-kaki para pemain Persib, melainkan dari hasil laga antara Persik Kediri dan Persebaya Surabaya di Stadion Brawijaya. Persebaya yang sempat unggul 3-1, akhirnya harus puas dengan skor imbang 3-3 setelah Persik mencetak dua gol balasan dramatis di babak kedua, termasuk gol penyeimbang dari Ramiro Fergonzi pada menit ke-90+6.

Baca juga: Lion City Sailors Kalahkan Persib 3-2, Perebutan Tiket 16 Besar Grup G Memanas

Hasil tersebut mengubur harapan Bajul Ijo untuk menunda pesta Persib. Dengan koleksi 64 poin dan tiga laga tersisa, posisi Persib di puncak klasemen tak lagi mungkin dikejar Dewa United (54 poin) maupun Persebaya (53 poin). Gelar juara pun resmi jadi milik tim asuhan Bojan Hodak—untuk kali kedua secara beruntun.

Juara Tanpa Perlu Bertarung Lagi
Ironis, namun manis. Persib memang menelan kekalahan tipis 0-1 dari Malut United, tapi hasil minor itu ternyata tak berpengaruh besar. “Kami akan jadi juara. Kami akan berada di kedai kopi. Kami tidak akan berada dalam pertandingan berat sama sekali,” ucap Bojan Hodak dengan nada percaya diri usai laga.

Ucapan itu, yang semula terdengar seperti candaan, justru menjadi kenyataan. Kepastian gelar datang saat mereka tidak sedang bertanding. Di tengah para rival yang terpeleset, Maung Bandung boleh berselebrasi meski tak sedang di lapangan.

Sejarah dan Konsistensi
Bagi Persib, ini merupakan gelar keempat dalam sejarah kompetisi sepak bola nasional era Liga Indonesia. Gelar pertama diraih pada musim 1994/1995, kala kompetisi baru mengadopsi sistem profesional. Setelah itu, butuh waktu hampir dua dekade sebelum gelar kedua datang pada 2014.

Gelar ketiga, yang diraih musim lalu di Liga 1 2023/2024, menjadi pembuka jalan era dominasi baru. Kini, dengan dua gelar beruntun, Persib menyamai catatan Bali United sebagai klub yang berhasil mempertahankan mahkota juara di era Liga 1.

Baca juga: PERSIB Tahan Gempuran Lion City Sailors, Babak Pertama Berakhir 1-1

Tak hanya itu, satu bintang tambahan bakal menghiasi logo klub kebanggaan warga Jawa Barat ini. Empat gelar resmi, empat bintang, dan satu reputasi baru: sebagai tim paling konsisten dalam dua musim terakhir.

Pelajaran dari Persebaya dan Tekad Dewa United
Kekecewaan tentu dirasakan di kubu Persebaya. Mereka sempat berada di atas angin kala unggul 3-1 atas Persik. Namun, kelengahan di babak kedua membawa malapetaka. Dua gol dari Ze Valente dan Ramiro Fergonzi menjadi penentu nasib Persib, sekaligus mengubur asa Persebaya naik ke posisi dua besar.

Sementara itu, Dewa United yang musim ini tampil mengejutkan pun tak mampu menutup celah. Hasil imbang saat menjamu tim papan bawah membuat langkah mereka stagnan, meski peluang untuk finis sebagai runner-up masih terbuka.

Tantangan dan Konsolidasi
Dengan gelar telah diamankan, fokus Persib kini akan beralih pada konsolidasi tim jelang musim depan dan persiapan ke kompetisi level Asia. Pertanyaan besar mengemuka: apakah mereka mampu melanjutkan dominasi ini dan menjadikannya era kejayaan yang berkelanjutan?

Baca juga: Target Juara Grup G, Saddil Tegaskan PERSIB Akan Tempur Total di Markas Lion City Sailors

Pelatih Bojan Hodak sejauh ini berhasil membentuk tim yang tak hanya solid secara taktik, tetapi juga mental. Keberhasilan mempertahankan gelar menjadi bukti bahwa Persib bukan hanya tim penuh bintang, tetapi juga tim yang memiliki karakter juara.

Para pendukung, bobotoh, tentu berhak merayakan pencapaian ini. Namun, di balik sorak sorai dan gegap gempita juara, tantangan baru sudah menanti. Persib bukan lagi tim yang mengejar, melainkan tim yang dikejar. Beban sebagai juara bertahan akan hadir sejak pekan pertama musim depan.

Namun satu hal pasti: Maung Bandung telah bangkit, bukan untuk satu musim, tapi untuk meninggalkan jejak panjang dalam sejarah sepak bola Indonesia. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru