Gustavo Franca dan Kado Juara PERSIB: “Ini Kerja Kolektif, Bukan Cerita Pribadi”

harianmerahputih.id
Bek PERSIB, Gustavo Franca bersama rekan-rekannya merayakan gelar juara di Dapur dan Kopi, Jalan Sulanjana No. 17 Kota Bandung, Senin, 5 Mei 2025. (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana)

MERAHPUTIH I BANDUNG – Di tengah gemuruh sorak-sorai bobotoh yang memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, satu per satu pemain PERSIB Bandung menatap langit malam dengan mata berbinar. Di antara mereka, berdiri tegak seorang bek asal Brasil bernomor punggung 4—Gustavo Franca. Ia mengangkat tangan ke udara, mengusap dada, dan membisikkan doa. Malam itu, PERSIB resmi dinobatkan sebagai juara Liga 1 musim 2024/2025.

Namun, bagi Franca, keberhasilan tersebut bukanlah tentang satu pemain. “Saya tidak melihat ini sebagai pencapaian pribadi,” kata Franca dalam wawancara usai laga penentuan. “Ini adalah hasil dari kolektivitas. Semua orang di tim bekerja keras bersama. Ini kerja kolektif. Itulah yang paling penting.”

Baca juga: PERSIB Bidik Kebangkitan di Pamekasan, Andrew Jung: “Saatnya Bangkit dan Fokus Penuh!”

Bek berusia 27 tahun itu datang ke Bandung pada awal musim, membawa harapan dan tanggung jawab besar. Sebagai pemain anyar, ia tak sekadar menyatu dengan sistem permainan pelatih, tapi juga langsung menunjukkan performa solid di jantung pertahanan. Hingga pekan terakhir, Franca telah tampil dalam 28 pertandingan dan mencatatkan lima gol—jumlah yang mengesankan untuk seorang pemain bertahan.

Namun kontribusinya lebih dari sekadar angka. Franca menjadi pemimpin senyap di lapangan, sosok yang menyatu dalam semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan utama PERSIB musim ini.

Musim 2024/2025 memang bukan perjalanan mudah bagi Maung Bandung. Mereka memulai musim dengan persiapan yang intens, mengikuti turnamen pramusim Piala Presiden yang menuntut fisik dan mental pemain sejak dini. Franca mengaku, sejak hari pertama, tim sudah menetapkan satu tujuan: menjadi juara.

Baca juga: Persebaya Gagal Amankan Kemenangan, Kebobolan di Ujung Laga: Duel Sengit di Lampung Berakhir 1-1

“Sejak pekan pertama, kami berlatih dengan sangat keras. Dari Piala Presiden hingga setiap pertandingan liga, kami berjuang sebagai satu tim. Turnamen itu sangat sulit, tapi kami terus bertahan,” ujarnya.

Ketika ditanya soal pencapaiannya pribadi, Franca merendah. Ia menyebut dirinya hanya satu bagian dari mesin besar bernama PERSIB, yang digerakkan oleh tekad, solidaritas, dan semangat juang tanpa lelah. “Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena mendapat kesempatan ini,” katanya pelan, namun penuh makna.

Kesuksesan PERSIB musim ini memang sarat pelajaran. Bukan hanya tentang kemenangan demi kemenangan, tapi juga tentang bagaimana kolektivitas, disiplin, dan kepercayaan antarpemain serta tim pelatih menjadi fondasi yang tak tergoyahkan.

Baca juga: PERSIB Fokus Menatap Kebangkitan, Klok: “Dua Pekan ke Depan Penentu!”

Kini, ketika trofi telah resmi berada di ruang piala klub, PERSIB tak hanya merayakan gelar juara. Mereka merayakan sebuah perjalanan kolektif yang penuh kerja keras, dan seorang Gustavo Franca yang membuktikan bahwa loyalitas dan dedikasi bisa melampaui batas-batas geografi dan bahasa.

“Saya datang dari Brasil, tapi di sini saya merasa seperti di rumah. Kami satu keluarga di PERSIB,” tutup Franca. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru