MERAHPUTIH I SIDOARJO — Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Bahlil Lahadalia menepis isu yang menyebut adanya rencana Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengganti dirinya dari pucuk pimpinan partai. Ia menegaskan bahwa agenda utama Golkar saat ini adalah memperkuat struktur dan konsolidasi internal melalui Musyawarah Daerah (Musda) di berbagai provinsi.
Penegasan itu disampaikan Bahlil saat menghadiri kegiatan sowan ke Pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat, KH Agoes Ali Masyhuri atau Gus Ali, di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (10/5/2025).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
"Ini Musda Golkar, Musda Golkar Jawa Timur. Bukan Munaslub," kata Bahlil di hadapan awak media.
Isu mengenai rencana Munaslub mencuat di tengah dinamika internal sejumlah partai politik pasca-Pemilu 2024, termasuk spekulasi yang mengaitkan nama Presiden Joko Widodo sebagai kandidat potensial Ketua Umum Golkar. Namun, baik Bahlil maupun jajaran pengurus partai membantah spekulasi tersebut.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji juga menegaskan tidak ada rencana maupun pembicaraan terkait Munaslub, apalagi upaya untuk menggantikan Bahlil dari jabatan Ketua Umum.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
“Nggak ada, nggak ada,” ujar Sarmuji singkat namun tegas.
Sarmuji menambahkan, Golkar saat ini dalam kondisi solid, baik di tingkat pusat maupun daerah. Fokus utama partai adalah melanjutkan tahapan Musda di seluruh Indonesia sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi.
“Saat ini Golkar fokus untuk menggelar Musda-Musda di provinsi dan Golkar sangat solid dari pusat sampai tingkatan daerah,” ucapnya.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Musda Golkar Provinsi Jawa Timur yang digelar di tengah akhir pekan ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi menyusul penyelenggaraan Pemilu 2024 dan menjelang Pilkada serentak pada akhir tahun. Konsolidasi ini juga dinilai penting mengingat banyaknya kader partai yang akan diusung dalam berbagai kontestasi daerah.(red)
Editor : Redaksi