Hujan Deras Sebabkan Sejumlah Wilayah Jatim Terendam Banjir, Warga Diminta Tetap Waspada

harianmerahputih.id
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto

MERAHPUTIH I SIDOARJO — Sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur mengalami banjir akibat hujan deras yang mengguyur dalam beberapa hari terakhir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat sedikitnya lima daerah terdampak, dengan Kabupaten Pasuruan sebagai wilayah yang paling parah.

“Hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di beberapa wilayah. Inilah yang menyebabkan banjir, terutama di kawasan-kawasan yang topografinya rendah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, saat dikonfirmasi, Selasa (13/5/2025).

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Menurut Gatot, saat ini Jawa Timur masih berada dalam masa peralihan musim atau pancaroba. Kondisi tersebut membuat curah hujan menjadi tidak menentu, namun tetap berpotensi tinggi, terutama pada sore dan malam hari.

Wilayah lain yang turut terdampak antara lain Kabupaten Sidoarjo, Kota Blitar, serta Kabupaten Sampang dan Pamekasan di Pulau Madura. Di Kota Blitar, genangan sempat mengganggu aktivitas warga. Namun, berdasarkan pemantauan BPBD, air mulai surut seiring meredanya hujan.

“Meski air mulai surut, masyarakat kami imbau tetap siaga. Karena potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih bisa terjadi beberapa hari ke depan,” tambah Gatot.

BMKG Juanda sebelumnya juga merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Jatim. Laporan tersebut menjadi dasar bagi BPBD dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan dampak banjir.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

BPBD Jatim telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terdampak untuk percepatan penanganan. Langkah prioritas saat ini adalah distribusi logistik, evakuasi warga terdampak, serta upaya penanganan tanggul atau saluran air yang jebol.

“Kami juga minta masyarakat aktif melaporkan kejadian banjir atau potensi bencana melalui kanal resmi. Itu penting agar bisa cepat tertangani,” kata Gatot.

Seiring intensitas hujan yang masih tinggi, masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca dari BMKG serta memastikan lingkungan sekitar tetap bersih dari sampah, terutama yang bisa menyumbat saluran air.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Gatot menambahkan, pihaknya telah menyiagakan tim reaksi cepat dan menempatkan logistik tanggap darurat di beberapa titik strategis.

“Kewaspadaan harus terus dijaga. Jangan sampai lengah, karena kondisi cuaca belum stabil sepenuhnya,” ujarnya.

Dengan kondisi cuaca yang dinamis di musim pancaroba ini, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam mencegah risiko bencana yang lebih besar.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru