MERAHPUTIH I PONOROGO — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial senilai total Rp3,9 miliar bagi masyarakat rentan di Kabupaten Ponorogo, dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (14/5).
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk tujuh jenis program, di antaranya Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus, Zakat Produktif, bantuan untuk Pendamping PKH Plus, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan bantuan pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyampaikan pesan agar bantuan yang diterima masyarakat dapat digunakan secara produktif, terutama untuk mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Tolong jangan digunakan untuk membeli pulsa, kecuali bagi yang benar-benar membutuhkannya untuk menjalankan usaha secara daring,” kata Gubernur Khofifah di hadapan para penerima bantuan.
Ia menambahkan, sebagian dari bantuan tersebut diberikan dalam bentuk tunai dan sebagian lainnya dalam bentuk non-tunai. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kebijaksanaan dalam memanfaatkan bantuan tersebut.
“Sekarang ini, 85 persen masyarakat Indonesia adalah pengguna aktif internet. Tidak masalah jika digunakan untuk hal-hal yang produktif,” ujarnya.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Selain menyalurkan bansos, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan berupa sepatu sekolah bagi anak-anak di Ponorogo. Kepada para siswa, ia memberikan motivasi agar mereka terus bersemangat menuntut ilmu dan tidak takut bermimpi besar.
“Kejarlah ilmu setinggi-tingginya. Bung Karno pernah berpesan, raihlah cita-cita setinggi langit. Kalau pun jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang yang akan menjadi penerang,” tutur Khofifah.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga memberikan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) kepada desa-desa di Ponorogo. Bantuan ini diberikan secara simbolis kepada 10 desa.
Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus
Lima desa di antaranya menerima bantuan masing-masing Rp100 juta untuk program pemberdayaan BUMDesa. Tiga desa lainnya memperoleh bantuan program Desa Berdaya senilai masing-masing Rp100 juta. Sementara dua desa mendapatkan bantuan dalam program Jatim Puspa sebesar Rp249,2 juta per desa.
Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, terutama di kawasan pedesaan.
Gubernur Khofifah berharap seluruh bantuan tersebut dapat menjadi stimulus bagi keluarga dan desa penerima untuk semakin mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi bagian dari upaya pengurangan angka kemiskinan di Jawa Timur. (red)
Editor : Redaksi