MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melarang pelaksanaan kegiatan wisuda di sekolah negeri, terutama jenjang menengah, dengan alasan potensi dampak psikologis negatif bagi siswa. Larangan ini juga disertai imbauan kepada sekolah swasta untuk menghindari kegiatan seremonial serupa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, kelulusan siswa sebaiknya cukup ditandai dengan penamatan sederhana dan pembagian ijazah atau surat keterangan kelulusan.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
“Di sekolah menengah khususnya, tidak ada istilah wisuda. Itu hanya penamatan, menerima ijazah atau surat keterangan kelulusan,” kata Aries saat dikonfirmasi, Jumat (16/5/2025).
Menurut Aries, kegiatan wisuda dapat memberikan kesan bahwa pendidikan siswa telah selesai, sehingga berpotensi menurunkan motivasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. “Jangan sampai mereka merasa cukup sekolahnya sampai situ saja. Itu bisa berdampak pada psikologis mereka,” ujarnya.
Larangan ini, kata Aries, merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia menekankan larangan terutama terhadap kegiatan wisuda yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah dan membebani orang tua siswa dengan biaya tambahan.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
“Saya tegaskan kepada seluruh kepala sekolah, atas arahan Ibu Gubernur, agar menghentikan kegiatan wisuda, terutama yang dilakukan di luar sekolah karena mengandung unsur pembiayaan,” tutur Aries.
Hingga saat ini, lanjut dia, hampir seluruh sekolah negeri di Jawa Timur telah mematuhi kebijakan tersebut. “Saya sudah memantau, Alhamdulillah, sekolah negeri sudah menaati dengan baik. Hanya swasta yang masih perlu diedukasi,” katanya.
Kendati tidak memiliki kewenangan langsung terhadap sekolah swasta, Pemprov Jatim tetap mengimbau agar lembaga pendidikan swasta tidak menggelar wisuda yang bersifat seremonial dan memberatkan orang tua.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
“Kami berharap sekolah swasta bisa bijak. Jangan membebani orang tua dengan biaya yang tidak perlu,” ucap Aries.
Ia juga mengapresiasi sekolah-sekolah yang menggelar penamatan sederhana namun tetap bermakna. “Ada yang drive thru, ada juga yang sederhana tapi penuh makna. Itu patut diapresiasi,” pungkasnya. (RED)
Editor : Redaksi