PERSIB Gagal Amankan Kemenangan di Menit Akhir, Ditahan Imbang Persita 2-2

harianmerahputih.id
Bek PERSIB, Mateo Kocijan berduel dengan pemain Persita Tangerang pada pertandingan pekan ke-33 Liga 1 2024/25 di Stadion Indomilk Arena, Jumat, 16 Mei 2025. (PERSIB.co.id/Sutanto Nurhadi Permana)

MERAHPUTIH I TANGERANG – Pertarungan dramatis antara PERSIB Bandung dan Persita Tangerang di pekan ke-33 Liga 1 2024/2025 berakhir tanpa pemenang. Bertarung di bawah sorotan lampu Stadion Indomilk Arena, Jumat (9/5/2025) malam, kedua tim bermain imbang 2-2 dalam pertandingan penuh tensi, emosi, dan momen tak terduga hingga peluit panjang dibunyikan.

Gol cepat dan akhir yang mengejutkan menjadi narasi utama dalam duel dua tim dengan ambisi berbeda. PERSIB yang datang dengan misi mengamankan posisi papan atas, unggul cepat lewat gol bunuh diri Ryuji Utomo pada menit ke-2, sebelum Tyronne del Pino menambah keunggulan di awal babak kedua. Namun, Persita yang tampil gigih membalas melalui penalti Eber Bessa di pengujung babak pertama dan sundulan penebus kesalahan dari Ryuji Utomo pada menit ke-90+6.

Baca juga: Puasa Kemenangan, Persebaya Siapkan “Reset Total” Saat Jeda Kompetisi

Tambahan satu poin membuat PERSIB mengoleksi 66 angka, tetap bertahan di jalur empat besar klasemen. Sementara Persita mengamankan posisi ke-11 dengan 43 poin.

Pertandingan belum genap berusia dua menit saat PERSIB langsung mencetak gol pembuka. Berawal dari penetrasi Tyronne del Pino di sisi kanan, bola silangnya disambut oleh Gervane Kastaneer. Namun, sebelum sang penyerang mampu menyentuh bola, Ryuji Utomo justru melakukan intersepsi yang berujung pada gol bunuh diri. PERSIB unggul 1-0.

Gol cepat tersebut tidak menyurutkan semangat tuan rumah. Persita langsung merespons dengan permainan terbuka. Peluang emas didapat melalui sundulan Ryuji Utomo pada menit ke-17, namun Teja Paku Alam tampil gemilang dengan refleks cepatnya.

Kiper utama PERSIB itu kembali jadi pahlawan di bawah mistar. Ia melakukan penyelamatan penting di menit ke-27 saat menepis tembakan keras M Toha dari jarak dekat. Penampilan Teja yang stabil di laga ini menjadi catatan tersendiri, mengingat ia baru tampil dalam pertandingan ketujuh musim ini.

Namun, momentum pertandingan berubah menjelang turun minum. Petaka datang setelah Zalnando dianggap menjatuhkan Toha di kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Eber Bessa yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sempurna di menit 45+1, mengubah kedudukan menjadi 1-1.

Babak kedua baru dimulai, pelatih Bojan Hodak langsung melakukan pergantian krusial. Ryan Kurnia ditarik keluar dan digantikan oleh Marc Klok. Tak butuh waktu lama bagi Klok untuk memberikan dampak. Dua menit berselang, ia mengirimkan umpan akurat ke kotak penalti yang diselesaikan dengan tenang oleh Del Pino. Gol ini menjadi kontribusi langsung Klok hanya dalam waktu dua menit berada di lapangan.

PERSIB kembali memimpin 2-1 dan menguasai jalannya pertandingan. Serangan demi serangan digencarkan melalui sayap. Kastaneer nyaris menambah keunggulan pada menit ke-54, namun sepakannya masih melebar.

Masuk menit 73, PERSIB mulai melakukan rotasi. Dimas Drajad dan Febri Hariyadi masuk menggantikan Beckham Putra dan Adam Alis untuk menjaga tempo di lini tengah.

Baca juga: Jung Kembali, PERSIB Bidik Puncak Grup di Laga Penentuan

Namun atmosfer pertandingan sempat terganggu. Di menit ke-80, laga harus dihentikan sementara karena penyalaan flare dari tribun penonton tuan rumah. Setelah terhenti sekitar lima menit, laga kembali dilanjutkan.

Saat laga tampak akan dimenangkan oleh PERSIB, skenario tak terduga terjadi. Tambahan waktu diberikan wasit selama 13 menit akibat banyaknya gangguan di lapangan.

David Da Silva yang masuk sebagai pengganti sempat memperoleh peluang emas di menit 90+3 lewat sundulan, namun bola hanya melayang di atas mistar.

Dan di menit 90+6, Persita menyamakan kedudukan. Berawal dari sepak pojok, Ryuji Utomo menebus kesalahannya di awal laga dengan sundulan tajam yang tak mampu dihentikan Teja Paku Alam. Skor imbang 2-2 membuat seluruh tribun Indomilk Arena bergemuruh.

PERSIB berusaha mencuri gol ketiga, namun beberapa peluang dari bola mati gagal dimaksimalkan. Teja bahkan kembali sigap menepis peluang terakhir Persita jelang laga benar-benar berakhir.

Baca juga: PERSIB Siap Tuntaskan Misi Asia di GBLA, Bojan Hodak Bidik Kemenangan atas Bangkok United

Bagi PERSIB, hasil ini tentu menjadi evaluasi jelang laga pamungkas musim ini. Meski sudah memastikan tiket ke Championship Series, kehilangan dua poin di detik akhir bisa berdampak dalam perebutan posisi akhir klasemen.

Pelatih Bojan Hodak menyatakan kekesalannya atas hilangnya konsentrasi di momen krusial. "Kami bermain baik dalam sebagian besar pertandingan, tapi kami harus belajar untuk menyelesaikan laga dengan tenang. Gol di menit akhir tidak boleh terjadi di level seperti ini," ujar Hodak usai pertandingan.

Sementara itu, Persita patut diapresiasi atas semangat juang mereka hingga akhir laga. Pelatih Divaldo Alves menyebut hasil imbang ini sebagai buah dari mental tidak menyerah anak-anak asuhnya.

PERSIB akan menutup musim reguler Liga 1 2024/2025 dengan menghadapi tim papan bawah pada pekan ke-34, dan tentu tak ingin mengulang kesalahan yang sama. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru