MERAHPUTIH I MAKKAH – Persiapan jelang puncak pelaksanaan ibadah haji memasuki tahap krusial. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengintensifkan koordinasi, salah satunya dengan menggelar gladi orientasi dini hari, Rabu (28/05/2025), di jalur lantai 3 terowongan Mina yang menjadi rute penting jemaah saat melontar jumrah.
Gladi ini dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Armuzna, Kolonel Harun Arrasyid, dan melibatkan personel dari berbagai unsur, mulai dari perlindungan jemaah, Media Center Haji (MCH), layanan lansia dan disabilitas, hingga tim penanganan krisis PKP2JH. Mereka tergabung dalam satuan Mobile Crisis Rescue (MCR) yang akan disiagakan di lima titik strategis jalur Mina – Jamarat.
Baca juga: Menhaj RI Tekankan Integritas Layanan Jelang Penyelenggaraan Haji 2026
“Tujuan gladi ini adalah untuk memberikan gambaran nyata kepada petugas terkait kondisi lapangan dan posisi posko, sehingga mereka siap menjalankan tugas pertolongan dan pengawasan jemaah secara maksimal,” ujar Kolonel Harun kepada wartawan di sela kegiatan.
Kolonel Harun menyebut, jalur ini menjadi salah satu titik terpadat pada 10 Zulhijah karena seluruh jemaah dari Mina bergerak serempak ke Jamarat untuk melontar jumrah Aqabah. Untuk itu, sekitar 60 petugas akan berjaga tanpa pergantian shift pada malam tersebut, sementara rotasi 2-3 shift baru akan diterapkan pada hari-hari tasyrik berikutnya (11–13 Zulhijah).
“Kita harus siap menghadapi lonjakan pergerakan jemaah, termasuk skenario bila ada jemaah yang lepas dari rombongan, sakit, atau membutuhkan evakuasi cepat,” tegasnya.
Petugas juga telah disiapkan untuk mengoperasikan ambulans dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) serta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan milik Kementerian Haji Arab Saudi.
Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia
Tahun ini, ada 95 kloter jemaah haji yang mengambil skema tanazul—kembali lebih awal dari Mina dan langsung menginap di hotel Makkah. Mereka akan melontar jumrah dari lantai bawah jalur Jamarat. Untuk menjamin keamanan dan kelancaran, PPIH juga menambah tujuh Pos Pantau Tanazul di jalur bawah, dari Syisyah hingga sektor 5.
“Program tanazul ini baru resmi kita terapkan tahun ini. Maka, penguatan penjagaan kita lakukan di dua jalur, atas dan bawah,” ungkap Harun.
Tak hanya petugas lapangan, Ketua Kloter dan Satuan Tugas Arafah-Muzdalifah-Mina (Satgas Armuzna) juga diberi pembekalan langsung agar bisa menyampaikan prosedur kepada jemaah.
Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah
“Harapannya, informasi dari kami bisa diturunkan ke jemaah. Supaya mereka tidak bingung saat melaksanakan rangkaian Armuzna nanti,” pungkas Harun.
Dengan persiapan matang dan koordinasi lintas unsur, PPIH berharap puncak haji tahun ini bisa berjalan lancar dan aman, terutama bagi jemaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus yang jumlahnya meningkat signifikan. (red)
Editor : Redaksi