MERAHPUTIH I SURABAYA — Gema dzikir dan lantunan sholawat menggema dari Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Kamis (26/6) malam. Ribuan jamaah memadati ruang utama masjid dalam hening dan harap, menyambut pergantian tahun 1446 ke 1447 Hijriyah dengan doa dan perenungan.
Di tengah suasana yang sarat makna itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir menyampaikan ajakan untuk memaknai tahun baru Islam sebagai momentum hijrah menuju perbaikan diri.
Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya
“Tahun baru ini menjadi saat untuk merenung, berintrospeksi, dan meningkatkan iman serta takwa kepada Allah SWT,” ujarnya di hadapan hadirin.
Bagi Khofifah, pergantian tahun bukan sekadar penanda waktu, melainkan pengingat akan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah perjalanan yang tidak hanya historis, tetapi juga simbolis tentang keberanian berpindah dari gelap menuju terang, dari stagnasi menuju perubahan.
“Hijrah mengajarkan semangat transformasi. Menjadi pribadi yang lebih baik, sekaligus menjadi bagian dari masyarakat yang peduli dan bangsa yang kokoh,” tutur mantan Menteri Sosial itu.
Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami
Ia mengajak warga Jawa Timur memperkuat solidaritas kemanusiaan, menjaga persaudaraan sesama manusia, dan meningkatkan kualitas diri. “Mari sambut tahun baru Islam ini dengan optimisme, semangat, dan tekad untuk memperbaiki diri. Nabi bersabda, siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin, maka dia orang yang beruntung,” imbuhnya.
Suasana malam itu makin khusyuk saat Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A., menyampaikan tausiyah. Dalam pesannya, ia mengingatkan bahwa hidup tak selalu dalam satu warna. “Segala yang kita alami—duka maupun bahagia—pasti akan berlalu. Maka belajarlah mengontrol diri dan yakinlah bahwa semua adalah kehendak Allah SWT,” katanya dengan nada lembut namun tegas.
Rangkaian acara dzikir dan doa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Al Akbar KH. Abdul Hamid Abdullah, bersama Gus Hafidz dari Majelis Sholawat Subbanul Muslimin. Alunan doa mengiringi pergantian waktu, membawa harapan akan lembaran baru yang lebih damai dan penuh keberkahan.
Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat
Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan itu, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Badan Intelijen Daerah (Binda) Jatim, KPw Bank Indonesia Jatim, hingga para pejabat eselon di lingkungan Pemprov Jatim.
Dalam balutan doa dan dzikir, masyarakat Jawa Timur mengawali tahun baru Hijriyah bukan hanya dengan ritual, tetapi juga dengan komitmen untuk terus melangkah menyusuri jejak hijrah dalam hidup sehari-hari. (red)
Editor : Redaksi