MERAHPUTIH I MALANG — Kontingen Kabupaten Pasuruan keluar sebagai juara umum cabang olahraga petanque dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Gelar tersebut dipastikan usai atlet mereka, Mahira Fridiani, mempersembahkan medali emas dari nomor shooting putri, Sabtu (5/7/2025), di arena BeSS Resort & Waterpark, Lawang, Kabupaten Malang.
Mahira tampil dominan saat menghadapi Sri Lestari dari Kabupaten Tuban. Pertandingan berakhir dengan skor 22-11 untuk kemenangan Mahira, sekaligus memastikan emas kedua bagi Kabupaten Pasuruan.
Dengan tambahan emas tersebut, Kabupaten Pasuruan menutup kompetisi dengan total enam medali: dua emas, tiga perak, dan satu perunggu. Mereka mengoleksi 15 poin, unggul tipis dari Kota Mojokerto yang mengumpulkan 14 poin lewat dua emas, dua perak, dan dua perunggu.
Kabupaten Jombang berada di posisi ketiga dengan raihan dua emas dan satu perak, mengoleksi total sembilan poin.
Sementara itu, di nomor shooting putra, Kabupaten Sampang berhasil mencuri perhatian lewat penampilan gemilang Sandi yang mengalahkan Nandana Hadyan dari Kabupaten Sidoarjo dengan skor meyakinkan 30-13. Kemenangan ini menjadi satu-satunya emas yang diraih Sampang dari cabang petanque. Medali perunggu pada nomor ini menjadi milik bersama Kota Kediri dan Kabupaten Jember.
Sekretaris Umum Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Timur, Dr. Abdul Hafid, menyampaikan bahwa penyelenggaraan cabang olahraga petanque pada Porprov kali ini berlangsung relatif lancar, meski sempat tertunda sehari akibat cuaca ekstrem.
“Alhamdulillah pertandingan berjalan baik sejak hari pertama, tanggal 29 Juni, hingga hari ini. Walau ada satu hari force majeure, secara umum sangat lancar,” ujar Hafid.
Baca juga: Karakter Santri Diasah Lewat Petanque, Unesa Perkuat Peran di Pesantren
Ia juga menyoroti pemerataan perolehan medali antar daerah sebagai indikator meningkatnya kompetisi di cabor yang relatif baru ini.
“Tidak ada satu daerah yang dominan mutlak. Ini menunjukkan bahwa kabupaten/kota tidak bisa bersantai. Siapa pun bisa juara kalau siap. Filosofi kami jelas: juara adalah mereka yang berada di podium, dan setelah turun, semua kembali ke titik nol untuk berlatih lagi,” ucap Hafid.
"Ini jadi bukti bahwa tak ada daerah yang bisa leha-leha. Hari ini juara, besok bukan siapa-siapa kalau tidak terus berlatih," tegas Hafid.
Porprov IX Jatim kali ini mencatat partisipasi terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan petanque di Jawa Timur, dengan 313 atlet dari 32 kabupaten/kota, ditambah 86 pelatih dan ofisial.
Baca juga: Kembali Juara Porprov Jatim 2025, Surabaya Akui Target Emas Tak Tercapai—Bonus Tetap Mengalir
Meski tidak semua pulang membawa medali, FOPI Jatim menegaskan bahwa setiap peserta memiliki peluang yang sama di masa mendatang. Hafid mendorong setiap daerah untuk memperkuat pembinaan.
“Bagi yang belum mendapat medali, jangan kecil hati. Masih ada Porprov berikutnya dan kejuaraan lain. Yang penting adalah konsistensi latihan dan evaluasi,” ujar Hafid.
Dengan partisipasi luas dan antusiasme tinggi, petanque membuktikan diri sebagai cabang olahraga yang kian diminati di Jawa Timur. Tak hanya mempertemukan teknik dan ketepatan, cabang ini juga menuntut mental juara yang tidak lekas puas. (dpr)
Editor : Redaksi