HKTI Jatim Kukuhkan Pengurus 38 Daerah, Arum Sabil Puji Peran Pemersatu Khofifah

harianmerahputih.id
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur secara resmi melantik pengurus cabang dari 38 kabupaten dan kota di provinsi ini dalam sebuah upacara yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis (24/7/2025)

MERAHPUTIH I SURABAYA — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur secara resmi melantik pengurus cabang dari 38 kabupaten dan kota di provinsi ini dalam sebuah upacara yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Kamis (24/7/2025). Prosesi pelantikan ini tidak hanya menjadi momentum penguatan struktur organisasi, tetapi juga panggung penyatuan semangat petani di bawah satu cita-cita: memajukan pertanian Jawa Timur untuk Indonesia.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua DPD HKTI Jawa Timur, HM Arum Sabil, dan turut disaksikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadir pula sejumlah pejabat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk dari jajaran TNI, Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jatim, serta akademisi dari beberapa perguruan tinggi, antara lain Rektor Universitas Muhammadiyah Malang.

Baca juga: Jatim Mantapkan Dukungan untuk Swasembada Susu dan Gula, Khofifah: Siap di Garis Terdepan

Ribuan pengurus HKTI yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur mengenakan pakaian seragam: kemeja putih, celana panjang hitam, dan kopiah hitam. Di tengah hangatnya Surabaya, barisan petani dan pengurus itu tetap berdiri tegak, membawa bendera merah putih dan mengumandangkan semangat kebersamaan.

Dalam pidatonya, Arum Sabil menekankan pentingnya kekompakan dan loyalitas dalam membangun kekuatan organisasi petani. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Khofifah yang menurutnya telah menjadi figur pemersatu sekaligus teladan bagi HKTI di Jawa Timur.

“Bunda Khofifah adalah simbol keteladanan, militansi, dan loyalitas. Mustahil kita bisa dirajut dan disatukan seperti ini tanpa adanya simbol pemersatu seperti beliau,” kata Arum dalam sambutannya.

Arum juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh keutuhan dukungan terhadap pemimpinnya. Ia mengajak seluruh jajaran pengurus HKTI di daerah untuk meneladani Khofifah sebagai pemimpin yang, menurutnya, adil dan visioner.

“Jangan sampai segelintir orang mencoba menghancurkan pemimpin kita lewat pembunuhan karakter di media sosial. Kita tahu siapa beliau. Kita tahu Bunda Khofifah adalah orang baik,” ujarnya, disambut gemuruh persetujuan dari peserta.

Setelah membacakan Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan, Arum Sabil secara simbolis menanyakan kesiapan para pengurus untuk mengabdi dan memajukan HKTI di masing-masing wilayah.

“Dengan ini saya menanyakan kepada saudara, apakah bersedia mengabdi sebagai pengurus HKTI?” tanyanya.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Siap, bersedia!” jawab serempak para pengurus dari 38 kabupaten dan kota.

Suasana emosional tercipta ketika Arum melanjutkan pertanyaan: “Apakah saudara siap memajukan HKTI?”

Teriakan “Setuju!” kembali menggema, mengukuhkan semangat kolektif para petani untuk membawa HKTI lebih maju dalam lima tahun mendatang, yakni periode masa bakti 2025–2030.

Selain menyinggung pentingnya kekompakan internal, Arum juga mengangkat potensi strategis Jawa Timur dalam kancah pertanian nasional. Menurutnya, provinsi ini bukan sekadar lumbung pangan nasional, melainkan juga wilayah yang menyimpan potensi energi terbarukan melalui molasis produk sampingan dari pengolahan gula.

“Jawa Timur adalah gerbang baru Nusantara. Tidak hanya menyuplai pangan, tapi juga energi baru terbarukan untuk masa depan,” ujar pengusaha pertanian asal Jember ini.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Di akhir pidato, Arum kembali menegaskan harapan besarnya terhadap HKTI untuk meningkatkan kesejahteraan petani. “Kita sama-sama bergerak agar pertanian di Jawa Timur menjadi lebih baik, dan kehidupan petani pun meningkat,” katanya.

Pelantikan ini menandai penguatan struktur organisasi HKTI hingga tingkat daerah. Dalam konteks pembangunan Jawa Timur, peran HKTI dipandang strategis dalam mengorganisasi potensi pertanian, meningkatkan produksi, serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan petani.

Khofifah yang hadir dalam acara ini tidak memberikan sambutan panjang, namun keberadaannya di tengah ribuan pengurus HKTI dianggap sebagai simbol dukungan dan perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok tani.

“Bersama Bunda Khofifah, mari kita wujudkan petani Jawa Timur yang mandiri, tangguh, dan sejahtera,” tutup Arum Sabil. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru