Distribusi BBM Tersendat, Jember dan Sekitarnya Hadapi Krisis Pasokan

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I JEMBER — Krisis distribusi bahan bakar minyak (BBM) melanda wilayah Jember, Jawa Timur, sejak awal pekan ini. Puluhan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan itu terpaksa membatasi penjualan akibat keterlambatan pengiriman pasokan. Situasi tersebut memicu antrean panjang kendaraan dan keresahan masyarakat di sejumlah daerah, mulai dari Jember, Situbondo, Bondowoso, hingga Lumajang.

Kondisi ini disebabkan oleh serangkaian hambatan dalam jalur logistik energi. Perbaikan jalan nasional di kawasan Gumitir menjadi titik krusial yang mengganggu lalu lintas distribusi BBM dari wilayah timur. Selain itu, perbaikan Jembatan Klakah di Lumajang serta dampak dari insiden tenggelamnya Kapal Tunu Pratama Jaya di Selat Bali turut memperumit situasi, mengingat pelabuhan Ketapang sebagai titik penting logistik juga mengalami gangguan operasional.

Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyatakan keprihatinannya saat meninjau langsung kondisi di Jember pada Selasa (29/7/2025). Ia menegaskan bahwa keterlambatan distribusi BBM merupakan konsekuensi dari gangguan pada beberapa titik vital infrastruktur transportasi.

“Kami tentu harus memahami kesulitan warga. Oleh karena itu, kami turun langsung untuk melihat situasinya. Jalur distribusi terganggu karena ada perbaikan jalan di Gumitir dan Jembatan Klakah di Lumajang. Ditambah lagi pelabuhan Ketapang di Banyuwangi juga sedang menyesuaikan akibat insiden kapal tenggelam,” ujar Emil.

Ia menambahkan bahwa meski perbaikan infrastruktur menyebabkan gangguan jangka pendek, hal itu merupakan bagian dari investasi jangka panjang demi keselamatan dan kelayakan jalur transportasi di masa depan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bersama dengan Pertamina, kini tengah mengupayakan langkah-langkah percepatan distribusi. Pertamina menambah pasokan BBM harian ke Jember, dari rata-rata di bawah 2.000 kiloliter menjadi lebih dari 2.000 kiloliter. Armada pengangkut BBM pun didatangkan dari berbagai daerah di Jawa Timur, bahkan hingga dari Solo, Jawa Tengah.

“Pom bensin saat ini menangani lebih banyak kendaraan dari biasanya. Maka dari itu, pasokan harus ditambah dan distribusi diperbanyak frekuensinya,” kata Emil.

Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami

Pemerintah juga tengah mengkaji penggunaan jalur alternatif yang dapat mempercepat arus logistik energi. Salah satu skema yang dibahas adalah menambah armada kapal dan memperkuat kapasitas dermaga di pelabuhan.

“Langkahnya bukan hanya menambah kapal, tapi juga memperkuat dermaga. Jadi distribusi melalui laut bisa menjadi solusi jangka pendek selama jalur darat diperbaiki,” lanjut Emil.

Kepada masyarakat, pemerintah mengimbau agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar secara berlebihan. Emil meminta agar pengisian bahan bakar dilakukan secara bijak.

“Kalau sudah full tank, jangan terburu-buru isi lagi. Panic buying justru memperparah kelangkaan di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat

Pemerintah Kabupaten Jember pun telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi mobilitas masyarakat guna menekan permintaan bahan bakar. Surat Edaran (SE) telah diterbitkan agar aktivitas aparatur sipil negara (ASN), pelajar, dan beberapa sektor lainnya dilakukan secara daring atau work from home (WFH).

Peristiwa ini menyoroti pentingnya ketahanan infrastruktur dalam menjaga stabilitas distribusi energi. Ketergantungan pada satu jalur distribusi utama menjadi titik rawan yang mudah terdisrupsi oleh peristiwa teknis maupun nonteknis. Pembangunan jalur alternatif, baik darat maupun laut, serta optimalisasi pelabuhan-pelabuhan kecil di wilayah tapal kuda menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera ditindaklanjuti.

Dalam jangka panjang, pembenahan sistem logistik energi nasional dan regional menjadi penting agar kejadian serupa tak terulang, terlebih di wilayah yang topografinya kompleks seperti Jawa Timur bagian selatan dan timur. (red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru