Warga Paguyuban Gang Palem Babatan Semarakkan HUT ke-80 RI dengan Semangat Kebersamaan dan Kesehatan

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA — Semarak kemerdekaan tak hanya hadir di gedung-gedung megah atau panggung-panggung besar. Di sudut-sudut kampung kota Surabaya, semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia justru menyala dengan cara yang lebih hangat dan penuh kebersamaan. Seperti yang dilakukan oleh warga Paguyuban Gang Palem di Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, Minggu (3/8). 

Dalam nuansa merah putih dan penuh keceriaan, warga setempat menggelar beragam kegiatan bertema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Sebuah tema nasional yang dihidupkan dengan cara sederhana namun bermakna: senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga aneka lomba khas Agustusan.

Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar

Pagi itu, deretan ibu-ibu mengenakan kaos merah putih seragam, berbaris rapi di jalan kampung. Musik senam mengalun, memicu semangat warga dari berbagai usia untuk bergoyang bersama. Tak sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi simbol persatuan dan kekompakan warga Gang Palem.

Yang menarik, tahun ini ada dukungan khusus dari pasangan warga, Dicky Agung dan dr. Nenny Triastuti. Mereka secara sukarela memfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, termasuk pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan itu langsung ditangani oleh dr. Nenny Triastuti yang juga merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya serta seorang praktisi medis di sebuah klinik di Jalan Demak, Surabaya.

“Semangat kemerdekaan harus dibarengi dengan semangat menjaga kesehatan. Kalau warga sehat, pasti bisa bahagia dan tetap guyub rukun,” ujar dr. Nenny, sambil tersenyum ramah kepada warga yang tengah mengantre di pos pemeriksaan. Ia juga menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini tidak berhenti di bulan Agustus saja.

“Kami akan lanjutkan setiap tiga bulan sekali. Ini bentuk komitmen agar warga Gang Palem tetap sehat dan waspada terhadap penyakit-penyakit metabolik yang sering tidak terasa gejalanya,” tambahnya.

Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital

Sementara itu, Sri Wilukhandayani, bendahara Paguyuban Gang Palem, menjelaskan bahwa kegiatan Agustusan bukan hal baru di lingkungannya. “Setiap tahun kami mengadakan halal bihalal, lomba Agustusan, dan karnaval. Tapi dari tahun ke tahun, semangat warganya semakin luar biasa. Semakin guyub, semakin rukun,” katanya dengan mata berbinar.

Sri juga menegaskan bahwa kekompakan ini bukan datang begitu saja. “Kami semua di sini seperti keluarga besar. Ada komunikasi yang intens, gotong royong yang kuat, dan semangat menjaga lingkungan yang selalu ditanamkan,” tambahnya.

Kemeriahan di Gang Palem mungkin tak terekam kamera televisi nasional. Namun di sanalah, semangat kemerdekaan sejati hidup dan tumbuh: dalam bentuk kebersamaan, saling peduli, dan semangat menjaga satu sama lain.

Di tengah gempuran zaman dan kehidupan kota yang serba cepat, kampung kecil ini membuktikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa seperti gotong royong, persaudaraan, dan kesederhanaan masih hidup dan relevan. Dan itulah wujud dari Indonesia Maju, dari akar rumput yang kuat. (red) 

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

 

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru