MERAHPUTIH I SURABAYA — Kota Surabaya kembali bersiap mengibarkan semangat merah putih dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025. Namun tahun ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tak ingin sekadar menggelar seremoni. Ia menginginkan lebih dari itu: sebuah perayaan yang menggugah kesadaran dan memantik semangat juang seluruh warga kota.
“Bukan hanya upacara atau perlombaan. Ini soal bagaimana kita memaknai arti kemerdekaan itu sendiri,” ujar Wali Kota Eri saat ditemui di Balai Kota, Selasa (5/8/2025).
Baca juga: Surabaya Wajibkan Parkir Digital, Tolak Nontunai Kena Denda Mulai 2026
Semangat kemerdekaan yang ditanamkan Pemkot Surabaya bukan hanya terpatri di bendera yang dikibarkan tinggi, tapi juga pada ajakan untuk melihat ke dalam: sudahkah Surabaya benar-benar merdeka?
Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari perlombaan rakyat hingga pertunjukan sejarah perjuangan kemerdekaan yang akan digelar dalam upacara bendera di halaman Balai Kota. Warga Surabaya akan diundang untuk hadir secara langsung.
“Insya Allah, warga bisa datang menyaksikan langsung pertunjukan sejarah kemerdekaan. Bukan sekadar hiburan, tapi bentuk edukasi untuk generasi muda agar tak lupa pada akar perjuangan bangsanya,” ucap Eri.
Pementasan sejarah ini, menurutnya, bukan sekadar kilas balik. Ia adalah jembatan agar anak-anak muda memahami bahwa kemerdekaan bukan hadiah, tapi hasil dari keringat dan darah para pejuang.
Baca juga: Dishub Surabaya Tertibkan Jukir Liar dan Parkir Sembarangan di Pusat Kota
Namun di balik kemeriahan persiapan, Wali Kota Eri menyisipkan pesan reflektif. Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan sejati belum sepenuhnya diraih selama masih ada warga yang terjebak dalam kemiskinan, anak-anak yang putus sekolah, dan kasus stunting yang menghantui masa depan.
“Kalau di Surabaya masih ada anak putus sekolah, kalau masih ada warga yang tak bisa makan layak, maka kita belum benar-benar merdeka. Perjuangan belum selesai,” tegasnya.
Dengan nada yang tegas namun penuh empati, Wali Kota Eri menyerukan ajakan untuk bersatu. Bukan hanya pemerintah, tapi seluruh elemen masyarakat, agar bersama-sama merebut kemerdekaan yang hakiki: kemerdekaan dari ketimpangan sosial dan persoalan kota.
Baca juga: Surabaya Tunda Tanggul Laut, Pemkot Fokus Pompa dan Bozem Tekan Rob
Tak lupa, ia juga menekankan pentingnya persatuan. “Jangan saling menyalahkan. Jangan saling menjatuhkan. Kita harus saling menguatkan, karena kota ini milik kita bersama,” ujarnya penuh semangat.
Mengusung semangat Hari Pahlawan yang telah menjadi identitas Kota Surabaya, Eri optimistis bahwa Surabaya bisa menjawab tantangan zaman dan menjadi kota yang benar-benar merdeka, bukan hanya dalam simbol, tapi dalam kenyataan hidup warganya.
“Mari kita rebut kembali kemerdekaan kita. Kemerdekaan dari kemiskinan, dari kebodohan, dari ketidakpedulian. Inilah saatnya kita bersatu sebagai satu bangsa, satu kota, satu tekad.” (RED)
Editor : Redaksi