Transaksi Tembus Rp679,4 Miliar, Misi Dagang Lampung-Jatim Bukti Eratnya Persaudaraan Ekonomi Nusantara

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (kiri)dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (kanan)

MERAHPUTIH I BANDAR LAMPUNG – Di balik meja-meja pameran yang dipenuhi aneka hasil bumi, kerajinan tangan, hingga produk olahan perikanan, suara tawa dan jabat tangan hangat mewarnai suasana aula besar tempat berlangsungnya misi dagang dan investasi antara Provinsi Lampung dan Jawa Timur, Kamis (7/8). Di ruangan itu, bukan hanya angka-angka yang bergerak naik, tapi juga semangat kerja sama lintas daerah yang terasa hidup dan nyata.

Hingga pukul 11.55 WIB, nilai transaksi dalam ajang ekonomi yang digelar di Bandarlampung ini tercatat mencapai angka fantastis: Rp679,4 miliar. Sebuah capaian yang tak sekadar mencerminkan geliat perdagangan, tapi juga memperlihatkan kesungguhan dua provinsi dalam merajut simpul-simpul persaudaraan ekonomi Nusantara.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Berdasarkan data transaksi terakhir, nilai sementara mencapai Rp679,4 miliar. Ini menunjukkan adanya semangat kerja sama yang kuat. Produk-produk Jawa Timur diminati di Lampung, dan begitu juga sebaliknya,” ujar Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di sela-sela kunjungannya ke beberapa stan peserta.

Berdiri di tengah deretan produk unggulan, Rahmat terlihat berbincang dengan pelaku UMKM dari Jawa Timur yang memamerkan produk olahan kopi robusta khas lereng Ijen. Ia menyebut bahwa kegiatan semacam ini adalah perwujudan dari semangat sinergi yang tak hanya berhenti pada jual-beli, tetapi juga bertujuan menautkan hubungan antardaerah secara berkelanjutan.

“Kami ingin memperkuat konektivitas, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam sektor lain seperti pendidikan, teknologi, hingga kebudayaan. Ini semua saling terhubung dan mendukung,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini memang tampak hidup dengan interaksi antarpelaku usaha. Sejumlah eksportir kopi Lampung terlihat menjalin komunikasi bisnis dengan distributor dari Surabaya. Sementara di sisi lain, produk-produk agroindustri dari Jawa Timur seperti pupuk organik dan bibit hortikultura juga mendapat sambutan positif dari petani-petani binaan Dinas Pertanian Lampung.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyebut bahwa besarnya angka transaksi merupakan cerminan dari potensi luar biasa perdagangan domestik Indonesia yang selama ini sering terabaikan.

“Dari total Rp679,4 miliar itu, sebesar Rp567 miliar berasal dari penjualan produk Jawa Timur, dan Rp151 miliar dari pembelian produk-produk Lampung,” ungkap Khofifah, sembari menegaskan bahwa misi dagang bukan hanya ajang seremonial belaka.

Khofifah menyebut interaksi langsung antara pelaku usaha dari dua provinsi ini menjadi kunci utama keberhasilan. “Meski kini dunia didominasi oleh perdagangan digital, pertemuan tatap muka seperti ini tetap penting. Pelaku usaha bisa berdiskusi langsung, menilai kualitas produk, bahkan menjajaki kerja sama jangka panjang.”

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh pembukaan jalur-jalur dagang baru antardaerah sebagai strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Produk-produk yang paling banyak menarik perhatian dalam kegiatan ini datang dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta hasil olahan UMKM. Dari sisi Lampung, ekspor produk hasil tangkapan laut seperti cumi dan udang ke pasar Jawa Timur menjadi salah satu kontributor besar nilai transaksi. Sementara dari Jawa Timur, komoditas seperti gula semut, pupuk, dan produk fashion berbahan batik modern menjadi primadona.

“Saya membawa kerajinan rotan dari Tulungagung. Alhamdulillah, dalam dua jam saja sudah ada kontrak kerja sama senilai Rp200 juta dengan distributor interior dari Bandar Lampung,” ujar Yuni, pelaku UMKM yang tampak antusias mengikuti kegiatan.

Tak sedikit juga pelaku usaha yang menjadikan momen ini sebagai ajang memperluas wawasan dan belajar dari praktik bisnis daerah lain. Salah satunya adalah Rizky, pemilik usaha pengolahan cokelat di Pesawaran, yang mengaku mendapatkan banyak masukan dari pelaku industri makanan asal Malang.

Misi dagang dan investasi ini tak hanya dimaknai sebagai pertukaran komoditas, melainkan juga sebagai bagian dari strategi besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah. Dengan memperkuat jaringan pasar domestik, daerah-daerah di Indonesia diharapkan mampu saling menopang dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Ini tentang mempererat simpul ekonomi antarwilayah. Ketika Jatim dan Lampung bisa saling mengisi, ini akan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Tidak semuanya harus tergantung pada pasar luar negeri,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, yang turut hadir mendampingi.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Rahmat menyampaikan harapan agar kerja sama antara dua provinsi ini tidak berhenti di satu momen saja. Ia berharap akan ada tindak lanjut berupa kerja sama produksi bersama, pelatihan sumber daya manusia, hingga ekspor bersama ke negara ketiga.

“Kita bisa bersama-sama membangun kekuatan ekonomi nasional dari bawah. Inilah bentuk nyata semangat gotong royong dalam dunia usaha,” tuturnya.

Dari ruang-ruang transaksi yang hangat hingga janji-janji kolaborasi di masa depan, misi dagang Lampung–Jawa Timur bukan hanya tentang angka. Ia adalah wujud nyata dari harapan besar: membangun Indonesia dari daerah ke daerah, dari tangan ke tangan, dan dari hati ke hati. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru