MERAHPUTIH I SURABAYA – Atmosfer di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Minggu (8/8) malam itu begitu membara. Ribuan Bonek sudah memenuhi tribun, membentangkan bendera hijau, dan menyanyikan chant kebanggaan. Persebaya Surabaya memulai langkah di BRI Super League 2025/2026 dengan keyakinan penuh, tapi kenyataan di lapangan berakhir pahit. Gol telat Pulga Vidal di masa injury time memupus harapan Bajol Ijo meraih poin perdana, sekaligus membuat skor akhir 0-1 untuk kemenangan PSIM Yogyakarta.
Sejak peluit kick-off ditiup wasit Rio Permana Putra, Persebaya langsung memegang kendali permainan. Tempo cepat dan pressing ketat membuat PSIM sempat kelabakan. Menit ke-11, peluang emas lahir dari kaki Malik Risaldi. Winger gesit itu menusuk dari sisi kanan, melepaskan tembakan keras, namun kiper PSIM Cahya Supriadi masih mampu menepis bola.
Baca juga: Risto Mitrevski Kembali ke Persebaya, Pemulihan Cedera Bahu Masuki Fase Penting
Bajol Ijo kembali mengancam di menit ke-19. Catur Pamungkas mengirim umpan lambung akurat yang disambut sundulan Dejan Tumbas, tetapi Cahya kembali menjadi tembok tak tertembus. PSIM bukannya tanpa perlawanan. Menit ke-21, Corfe Deri mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh, namun bola melambung tipis di atas mistar Ernando Ari.
Malik Risaldi menjadi mimpi buruk di sisi kanan pertahanan PSIM. Semenit setelah peluang Corfe, Malik kembali menusuk dan mengarahkan bola ke tiang jauh, tapi tembakannya hanya menyisir sisi luar gawang. Menit ke-28, PSIM balik mengancam lewat Nermin Haljeta. Memanfaatkan bola rebound dari tekanan Ze Valente, striker asing itu melepaskan tendangan keras yang mengenai badan Ernando dan selamatlah gawang Persebaya.
Hingga babak pertama usai, skor kacamata 0-0 bertahan. Peluang datang silih berganti, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah utama kedua tim.
Baca juga: PERSIB Siap Bentrok dengan Pemuncak Klasemen, Hodak Minta GBLA Bergelegar
Memasuki babak kedua, Eduardo Perez mencoba mengubah strategi. Pelatih asal Spanyol itu memasukkan Rizky Dwi dan Gali Freitas untuk menambah agresivitas di lini depan. Rizky langsung mendapat peluang emas, namun bola sepakannya melambung. Persebaya terus menggempur, tapi PSIM tampil disiplin dan solid di lini belakang.
Ketika pertandingan seakan akan berakhir imbang, petaka datang bagi tuan rumah. Di menit-menit akhir injury time, Pulga Vidal memanfaatkan kelengahan pertahanan Persebaya. Berawal dari serangan cepat, Vidal berhasil menyontek bola melewati Ernando Ari dan membuat Bonek terdiam.
“Kami punya peluang setidaknya dua gol di babak pertama. Kalau bisa cetak duluan, hasilnya pasti lain,” ujar Eduardo Perez usai laga. “Dari satu sisi saya kecewa, tapi tim ini masih berproses. Kami harus evaluasi untuk laga berikutnya.”
Baca juga: PERSIB Panaskan Mesin Jelang Hadapi Borneo FC, Tolic Pimpin Latihan di Tengah Absennya Hodak
Kapten Persebaya, Bruno Moreira, tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. “Sayangnya kami gagal memberi kemenangan untuk Bonek di kandang sendiri. Ini langkah awal yang berat, tapi kami akan bangkit,” tegasnya.
Kekalahan ini membuat Persebaya memulai kompetisi di posisi yang tidak ideal. Namun, perjalanan masih panjang. Tantangan berikutnya akan menjadi ujian mental bagi Bajol Ijo, apakah mereka bisa segera bangkit atau terpuruk lebih dalam.(red)
Editor : Redaksi