Pramuka Jatim Turun Gunung Bersihkan Grahadi Pasca Aksi Rusuh

harianmerahputih.id
Pramuka Jawa Timur turun tangan melakukan pembersihan Gedung Negara Grahadi yang mengalami kerusakan parah akibat aksi massa yang berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) malam.

MERAHPUTIH I SURABAYA – Setelah Gedung Negara Grahadi mengalami kerusakan berat akibat aksi massa pada Sabtu, (30/8/2025) malam, puluhan anggota Gerakan Pramuka Jawa Timur bergerak cepat melakukan kerja bakti. Sejak Minggu (31/8/2025) pagi, mereka bahu-membahu membersihkan puing kebakaran, sisa kayu hangus, hingga kabel yang berserakan di area depan sayap barat gedung bersejarah tersebut, tepatnya di ruang kerja Wakil Gubernur Jawa Timur.

Dengan seragam khas cokelatnya, para pramuka yang sebagian besar berasal dari kalangan penegak dan pandega tampak sigap mengangkat material yang terbakar, menyapu abu sisa kebakaran, serta menata kembali halaman depan Grahadi. Suasana penuh keakraban dan gotong royong begitu terasa, seakan memberi pesan bahwa semangat kebersamaan tidak boleh runtuh meski gedung simbol pemerintahan itu sempat porak-poranda.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil, menegaskan bahwa keterlibatan pramuka dalam aksi peduli ini merupakan implementasi nyata dari nilai Satya dan Darma Pramuka.

“Kami menggerakkan seluruh gugusdepan, saka, dan racana untuk terlibat dalam aksi peduli lingkungan ini. Bagi kami, pramuka bukan hanya soal latihan di perkemahan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan. Membersihkan Grahadi adalah bentuk nyata kepedulian kami,” ujarnya.

Arum menambahkan, kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti fisik, melainkan juga pembelajaran nilai moral bagi seluruh anggota. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap santun, disiplin, serta gotong royong dalam setiap gerakan pramuka. Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, pihaknya pun berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat.

Lebih dari itu, Arum berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan kembali semangat persaudaraan di tengah masyarakat yang sempat terkoyak akibat peristiwa rusuh.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Graha Grahadi adalah simbol kebanggaan Jawa Timur. Kami ingin mengembalikan wibawanya. Dengan gotong royong, kami yakin semangat kebersamaan masyarakat bisa bangkit kembali,” tegasnya.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan, para pramuka bekerja hingga siang hari tanpa mengenal lelah. Ada yang mengumpulkan puing dengan karung, sebagian lain menyapu abu hitam yang menutupi lantai, bahkan ada yang menyiram area sekitar untuk mengurangi debu sisa kebakaran. Aktivitas itu sempat menarik perhatian warga yang melintas, beberapa bahkan ikut membantu sekadar memungut sampah atau memberi air minum untuk para relawan muda tersebut.

Aksi ini menjadi bukti bahwa pramuka tetap relevan di tengah kehidupan masyarakat modern. Tidak hanya identik dengan baris-berbaris atau kegiatan kemah, pramuka juga tampil sebagai kekuatan sosial yang menggerakkan kepedulian bersama.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Dengan gerakan sederhana namun penuh makna, Pramuka Jawa Timur menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih hidup, bahkan di tengah situasi sulit pasca kerusuhan. Grahadi yang sempat berantakan kini sedikit demi sedikit kembali pulih, berkat tangan-tangan muda yang bekerja tulus tanpa pamrih. ( dpr) 

 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru