Khofifah dan Ferry Bunyikan Otok-otok, Tanda Gerakan Koperasi Jatim Masuki Babak Baru

harianmerahputih.id
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono memeberikan keterangan pers usai membuka Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur 2025

MERAHPUTIH I SURABAYA – Denting sederhana dari alat permainan tradisional otok-otok mengalun di halaman Gedung Negara Grahadi, Rabu (24/9/2025). Bunyinya singkat, tapi sarat makna. Dari simbol itu, Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Jawa Timur 2025 resmi dimulai.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono hadir langsung membuka forum yang mempertemukan jajaran Forkopimda, pengurus koperasi, dan pemangku kepentingan ekonomi rakyat. Suasananya terasa serius sekaligus penuh harapan: koperasi kembali dituntut menjadi penopang utama perekonomian di tengah arus liberalisasi global.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Dari 8.484 desa dan kelurahan di Jawa Timur, semuanya sudah memiliki badan hukum koperasi. Bahkan ada desa dengan lebih dari satu koperasi,” tegas Khofifah dalam sambutannya. Ia menambahkan, fakta itu memperlihatkan bahwa semangat kolektivitas di Jawa Timur tidak pernah padam.

Tak hanya berhenti pada angka, Khofifah juga menyinggung keberhasilan Koperasi Karyawan Redrying Bojonegoro (Kareb) yang mampu mengakuisisi aset peninggalan Belanda. “Kareb membuktikan koperasi bisa tumbuh sebagai kekuatan ekonomi nyata,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa koperasi dan UMKM telah menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jatim. Namun, tantangan ke depan menuntut penguatan kelembagaan dan kapasitas manusia. Karena itu, ia mendorong revitalisasi Lembaga Pendidikan Perkoperasian (LAPENKOP) agar SDM koperasi semakin profesional dan siap menghadapi sistem ekonomi modern.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Pemerintah provinsi juga menyiapkan terobosan dalam hal logistik. Dukungan anggaran serta kerja sama dengan perbankan Himbara sedang digodok untuk mempercepat distribusi kebutuhan ke koperasi. Tetapi, Khofifah mengingatkan bahwa sistem perdagangan menuntut kedisiplinan.

“Bulog menggunakan mekanisme cash and carry. Jadi koperasi harus kuat secara modal sekaligus manajemen,” jelasnya.

Menteri Ferry Joko Juliantono pun senada. Menurutnya, pemerintah pusat berkomitmen memperkuat koperasi hingga tingkat desa. Ia menekankan perlunya transformasi koperasi simpan pinjam agar tidak hanya bergerak di bidang pembiayaan, melainkan juga mendorong usaha-usaha produktif.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Kami ingin koperasi kembali menjadi sokoguru perekonomian nasional,” tegas Ferry.

Sementara itu, Muswil Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Jawa Timur 2025 telah menghasilkan keputusan secara aklamasi menunjuk Slamet Sutanto kembali menjadi Ketua Dekopinwil Jatim 2025-2030.

Muswil kali ini bukan sekadar forum rutin lima tahunan. Dengan simbol otok-otok yang sederhana, pesan besar ditegaskan: koperasi harus kembali ke akar, yakni gotong royong, sambil menatap ke depan sebagai institusi modern yang profesional. Dari ruang Grahadi, gema itu diharapkan merambat ke seluruh desa, kelurahan, dan kecamatan di Jawa Timur, menjadi energi baru untuk ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.(dpr) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru