Perempuan Surabaya Buktikan Ketangguhan Lewat Gebyar Wirausaha 2025

harianmerahputih.id
Gebyar Wirausaha Perempuan Surabaya berlangsung meriah dan penuh inspirasi

MERAHPUTIH I SURABAYA – Balai Budaya Surabaya kembali menjadi saksi geliat semangat perempuan dalam dunia kewirausahaan. Selama dua hari, 21–22 Oktober 2025, ajang Gebyar Wirausaha Perempuan Surabaya berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Kegiatan yang digagas Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Surabaya itu resmi ditutup pada Rabu (22/10), menandai keberhasilan program yang telah memasuki tahun ketiganya.

Dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Surabaya Sejahtera,” kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi bagi pelaku usaha perempuan, sekaligus sarana membangun solidaritas dan kemandirian ekonomi di tengah perubahan zaman.

Baca juga: Wisuda SOTH 2025 Surabaya: Eri Cahyadi Tekankan Peran Orang Tua sebagai Fondasi Kemajuan Kota

Ketua II GOW Surabaya Shinta Setia menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak hanya diukur dari besarnya jumlah peserta atau transaksi, tetapi juga dari kuatnya semangat kolaborasi antarperempuan.

“Perempuan berdaya bukanlah yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan yang mau bergandengan tangan dan saling menguatkan. Itulah makna sejati dari keberdayaan,” ujar Shinta dalam sambutan penutupan.

Menurut Shinta, antusiasme peserta dan pengunjung meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 25 induk organisasi GOW turut serta memamerkan produk unggulan melalui Pameran dan Bazar UMKM, serta berbagai sesi edukatif seperti workshop digital marketing, talkshow “Srikandi Penggerak Ekonomi”, hingga klinik bisnis dan kesehatan.

Tak hanya itu, peragaan busana yang menampilkan karya perwakilan tiap organisasi wanita menjadi magnet tersendiri di penghujung acara. Panggung utama Balai Budaya seolah berubah menjadi ruang ekspresi penuh warna yang menegaskan bahwa perempuan Surabaya bukan hanya kreatif, tetapi juga inovatif.

Baca juga: Pemkot Surabaya Selamatkan Aset Rp55,2 Miliar, Eri Cahyadi Tegaskan Prioritas untuk Kesejahteraan Warga

“Selama dua hari, kami menghadirkan delapan rangkaian kegiatan yang terintegrasi, mulai dari pembinaan, pameran, hingga lomba produk unggulan. Banyak stan bahkan kehabisan stok sebelum penutupan resmi pukul 16.00 WIB. Ini pertanda baik bahwa geliat ekonomi kreatif perempuan terus hidup,” jelas Shinta.

Dalam kompetisi antar-UMKM, GOW menilai produk peserta berdasarkan tiga kriteria utama: cita rasa, tampilan stan, dan kemasan produk. Penilaian ini dimaksudkan untuk mendorong pelaku usaha perempuan agar naik kelas dan lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Shinta menambahkan, meski jangkauan program belum mencakup seluruh perempuan Surabaya, gebyar tahun ini telah memberi inspirasi dan dorongan kuat bagi banyak pelaku usaha baru.

Baca juga: Jagat Maya Bergejolak, Pemuda Pancasila Surabaya Geram terhadap Konten Bermuatan SARA

“Kami sangat bersyukur atas partisipasi seluruh pihak—peserta, juri, narasumber, sponsor, dan masyarakat umum—yang telah menyukseskan kegiatan ini. Semoga semangat kolaborasi dan kemandirian yang tumbuh di sini terus menular ke seluruh penjuru Surabaya,” tutupnya dengan optimistis.

Dengan berakhirnya Gebyar Wirausaha Perempuan 2025, Surabaya tak hanya menegaskan posisinya sebagai kota kreatif, tetapi juga sebagai ruang yang memberi tempat luas bagi perempuan untuk tumbuh, berkarya, dan berdaya bersama.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru