Pemkab Bojonegoro Gerak Cepat Atasi Antrean Solar, Patra Niaga Diminta Pastikan Pasokan Aman

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I BOJONEGORO – Antrean panjang kendaraan pengisi solar di sejumlah SPBU wilayah Bojonegoro menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Pemerintah daerah langsung turun tangan dengan melakukan koordinasi intensif bersama SPBU dan PT Patra Niaga untuk memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) tetap berjalan lancar dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Bojonegoro, Retno Wulandari, mengatakan Pemkab tidak tinggal diam melihat antrean solar yang mulai terjadi sejak akhir Oktober ini. Ia menyebut pihaknya terus memantau situasi di lapangan serta berkomunikasi dengan pihak SPBU untuk memastikan stok solar mencukupi.

Baca juga: Delegasi ASMOPSS Nikmati Pesona Geopark Wonocolo dan Borong Ledre Khas Bojonegoro

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah SPBU untuk memastikan distribusi BBM, terutama solar, berjalan lancar. Selama ini SPBU menerima kuota pengiriman yang ditetapkan Pertamina,” ungkap Retno, Jumat (7/11).

Menurutnya, sebelumnya SPBU masih bisa mengajukan tambahan kuota solar apabila stok menipis. Namun, sejak 21 Oktober 2025, sistem distribusi BBM mengalami perubahan. Kini, pengiriman hanya dilakukan sesuai kuota plotting dari Pertamina, sehingga permintaan tambahan tidak lagi bisa dipenuhi seperti sebelumnya.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Genjot Gerakan TOSS TBC, Target 2026 Bebas Tuberkulosis

Retno menjelaskan, berbeda dengan solar bersubsidi jenis Biosolar B40, BBM non-subsidi Pertamina Dex tidak menggunakan sistem kuota. Namun, ketersediaan Dex juga terganggu karena stok di Terminal BBM Tuban dilaporkan kosong dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini otomatis berdampak pada pasokan ke wilayah Bojonegoro.

“Kami juga sudah berkoordinasi langsung dengan PT Patra Niaga sebagai badan usaha penyalur BBM Pertamina untuk mencari solusi jangka pendek agar pasokan segera normal,” ujarnya.

Baca juga: BBM BP 92 Kembali Mengalir di SPBU BP-AKR, Usai Kelangkaan Imbas Lonjakan Permintaan

Pemkab Bojonegoro, lanjut Retno, akan terus memantau kondisi distribusi BBM di lapangan, terutama solar yang banyak digunakan oleh sektor transportasi dan pertanian. Pemerintah daerah berharap suplai BBM bisa segera stabil agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan pengawasan agar kebutuhan masyarakat serta sektor usaha tetap terpenuhi,” tegas Retno.(gun)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru