Banyuwangi BMX Supercross 2025 Dibuka, Sirkuit Muncar Jadi Sorotan Dunia

harianmerahputih.id
Banyuwangi BMX Supercross 2025 yang resmi dimulai hari ini, Sabtu, (15/11/2025)

MERAHPUTIH I BANYUWANGI — Ajang balap sepeda BMX terbesar di Indonesia kembali menggelegar. Banyuwangi BMX Supercross 2025 yang resmi dimulai hari ini, Sabtu (15/11/2025), bukan hanya memanaskan persaingan para rider. Gelaran ini sekaligus menunjukkan bagaimana sebuah kota di ujung timur Jawa mampu menarik perhatian dunia.

Di balik hiruk-pikuk balapan, satu fakta mencuat: Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi kini menjadi primadona global. Bukan sekadar sirkuit, melainkan arena supercross berstandar Olimpiade pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. Dengan trek sepanjang 465 meter dan empat high jump yang disebut-sebut paling banyak di dunia, Sirkuit Muncar hadir bukan untuk main-main.

Baca juga: Tarif Murah, Fasilitas Nyaman: Trans Jatim Gajayana Jadi Idola Baru Malang Raya

Hasil revitalisasi Kementerian PUPR bersama arsitek ternama dunia, Tom Ritzenthaler, membuat sirkuit ini berubah drastis. Dilengkapi dua start gate setinggi 5 dan 8 meter, serta tujuh line berbeda untuk berbagai kelas, lintasan ini menjelma menjadi medan tempur yang menuntut kecepatan sekaligus keberanian tingkat tinggi.

Ketika sebagian daerah masih berkutat membangun fasilitas olahraga standar nasional, Banyuwangi justru melompat lebih jauh. Bahkan sebuah tim BMX dari Latvia meminta izin menjadikan Sirkuit Muncar sebagai pusat latihan selama sebulan penuh pada awal 2026. Sebuah sinyal jelas bahwa sirkuit ini telah naik kelas ke panggung internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut kehadiran sirkuit ini sebagai momentum emas bagi daerahnya.

“Ini bukan hanya soal event, tapi tentang masa depan. Sirkuit ini akan menjadi kawah candradimuka bagi atlet-atlet kita sekaligus magnet baru bagi pariwisata dan ekonomi lokal,” ujar Ipuk. 

Baca juga: Jatim Kirim Bantuan Rp5 Miliar untuk Sumatera, Khofifah: Ini Amanah dari Warga Kami

Ipuk juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian PU, Kemenpora, PB ISSI, dan masyarakat Muncar yang mendukung penuh revitalisasi sirkuit hingga mencapai standar Olimpiade.

Pelatih Kepala Timnas Balap Sepeda Indonesia, Dadang Haries Poernomo, menegaskan posisi strategis Banyuwangi dalam peta BMX Asia.

“Di ASEAN cuma Banyuwangi yang punya sirkuit supercross berlevel internasional. Di Asia sendiri hanya ada tiga: Jepang, Cina, dan Banyuwangi,” tegasnya.

Baca juga: Kendal Kian Berlari: Gelaran Fun Run Picu Ekonomi, Gairahkan Wisata, dan Tanamkan Budaya Sehat

Menurut Dadang, kualitas sirkuit yang awalnya dibangun pada 2015 itu kini bahkan bisa menjadi rujukan utama bagi pembalap dunia. Permintaan tim Latvia untuk berlatih berbulan-bulan hanyalah salah satu buktinya.

Sebanyak 207 rider dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, termasuk Latvia, China, dan Malaysia, memenuhi daftar peserta Banyuwangi BMX Supercross 2025. Kehadiran mereka tidak hanya memperketat persaingan, tetapi juga menguatkan status Banyuwangi sebagai salah satu episentrum olahraga sepeda ekstrem di Asia.

Dengan arena setara Olimpiade, atlet kelas dunia yang terus berdatangan, dan dukungan penuh pemerintah daerah, Banyuwangi tampaknya sedang menancapkan bendera besar: dari Muncar untuk panggung dunia. (red) 

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru