Pemprov Jatim Kebut Pemasangan Palang Pintu, Upaya Redam Fatalitas di Perlintasan Kereta

harianmerahputih.id
Kepala Dishub Jatim, Nyono

MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat pemasangan palang pintu di berbagai perlintasan sebidang sebagai langkah strategis menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih kerap menghantui sejumlah titik rawan di daerah ini. Upaya itu dilakukan dengan ritme bertahap setiap tahun, mengikuti tingkat urgensi dan kapasitas anggaran daerah.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur mencatat, sepanjang tahun ini saja sudah ada 44 palang pintu baru yang berdiri di berbagai kabupaten dan kota. Sebelumnya, sepanjang 2024, sedikitnya 53 unit telah terpasang. Pada 2026, pemerintah daerah kembali menargetkan pemasangan empat unit tambahan. Angka ini sekaligus menandai keberlanjutan program besar yang dicanangkan beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengungkapkan bahwa pada tahap awal pihaknya menghadapi persoalan besar: terdapat sekitar 500 perlintasan sebidang tanpa palang pintu yang tersebar di seluruh provinsi. Namun lewat pemasangan bertahap, kondisi tersebut mulai mengalami perbaikan signifikan.

“Sekarang tinggal 220 perlintasan yang belum memiliki palang pintu. Sesuai arahan Ibu Gubernur, kami akan terus berupaya menuntaskan pemasangan ini,” ujar Nyono.

Prioritas Jalur Ganda

Pemerintah provinsi tidak sekadar memasang palang pintu secara acak. Ada skala prioritas yang disusun berdasarkan tingkat risiko. Salah satunya adalah perlintasan dengan jalur ganda (double track) yang kini menjadi fokus utama.

Menurut Nyono, keberadaan rel ganda membuat waktu penutupan palang menjadi lebih lama. Sering kali satu kereta belum selesai melintas, kereta lain sudah menyusul. Situasi ini kerap menimbulkan ketidaksabaran pengendara dan memicu aksi nekat menerobos palang, yang berujung fatal.

“Setelah perlintasan double track tuntas, baru kami bergerak ke jalur tunggal,” tegasnya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

Kecelakaan Mulai Turun

Pemasangan palang pintu bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan upaya menyelamatkan nyawa. Dari data Dishub Jatim, tren kecelakaan di perlintasan kereta menunjukkan penurunan tajam dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023, sedikitnya 52 orang meninggal akibat insiden di perlintasan kereta di Jawa Timur. Jumlah itu turun menjadi 40 orang pada 2024, dan pada 2025—hingga November—tercatat 15 korban jiwa.

“Angka ini menunjukkan adanya dampak positif dari pengamanan perlintasan sebidang. Semoga tidak bertambah lagi,” harap Nyono.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Komitmen Melindungi Warga

Meski progres pemasangan palang pintu berjalan signifikan, pemerintah provinsi menyadari bahwa pekerjaan masih jauh dari kata selesai. Dengan lebih dari dua ratus perlintasan yang masih terbuka, Dishub memastikan program ini akan terus berlanjut hingga seluruh titik dapat dipastikan aman.

Dengan pola kerja bertahap dan pengutamaan kawasan berisiko tinggi, Pemprov Jatim berupaya keras memastikan bahwa perlintasan kereta bukan lagi tempat terjadinya tragedi, melainkan jalur transportasi yang aman bagi semua warga.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru