MERAHPUTIH I SURABAYA – Badai besar menghantam Persebaya Surabaya jelang pengujung November. Manajemen Bajul Ijo akhirnya mengambil langkah tegas dengan memutus hubungan kerja bersama pelatih kepala Eduardo Perez pada Sabtu (22/11/2025) malam. Keputusan ini datang hanya beberapa jam setelah Persebaya gagal mengamankan kemenangan dalam laga panas bertajuk Derbi Jatim kontra Arema FC yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT).
Sepanjang pertandingan, Persebaya tampil seolah menguasai segalanya kecuali yang terpenting: gol kemenangan. Serangan demi serangan digencarkan, namun penyelesaian akhir bak macet di jalan buntu. Dukungan puluhan ribu Bonek yang memadati GBT tak mampu mengangkat mental para pemain untuk memecah kebuntuan.
Baca juga: Thom Haye Puji Kekompakan Tim Usai PERSIB Tundukkan Dewa United
Kekecewaan pun memuncak di tribune. Usai peluit panjang berbunyi, pemain Persebaya harus menjalani “ritual maaf” dengan berkeliling stadion, menyapa sekaligus menenangkan para pendukung yang mengungkapkan kegeraman mereka. Seruan lantang menggema: pemecatan pelatih adalah harga mati.
Dan benar saja, tuntutan itu tak butuh waktu lama untuk diamini. Menjelang pergantian hari, sebuah pernyataan resmi meluncur dari manajemen Bajul Ijo.
“Persebaya hari ini (22/11) memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Coach Eduardo Perez. Terima kasih atas kerja sama selama enam bulan terakhir,” tulis manajemen dalam keterangan resminya.
Pisah jalan ini menjadi babak akhir perjalanan singkat Eduardo di Surabaya, periode yang penuh tekanan sejak ia didapuk menahkodai salah satu klub paling besar dan penuh ekspektasi di Tanah Air.
Baca juga: Persebaya Gagal Maksimalkan Keunggulan Pemain, Arema Pulang dengan Satu Poin dari GBT
Namun, keputusan ini mengundang pertanyaan besar: siapa yang akan menggantikan sosok asal Spanyol tersebut? Meski belum mau membuka kartu, manajemen memastikan prosesnya telah berada pada jalur final.
“Perihal pelatih pengganti, Persebaya telah mencapai kesepakatan jangka panjang. Namun, Persebaya akan bersikap profesional menunggu tuntasnya segala urusan legalitas,” lanjut pernyataan tersebut.
Baca juga: PERSIB Rapatkan Barisan, Singkirkan Dewa United dan Mantap di Jalur Papan Atas
Persebaya kini berada pada persimpangan krusial. Tim yang menyandang sejarah panjang dan fanatisme luar biasa ini dituntut bangkit secepat mungkin. Siapapun figur baru yang datang, ia kelak harus siap menerima beban ekspektasi Bonek yang hanya mengenal satu kata: menang.
Dalam semalam, GBT menjadi saksi bahwa kecintaan suporter pada klub bisa hadir dalam rupa paling keras. Pertanyaannya kini tersisa satu: apakah keputusan ini akan menjadi titik balik kebangkitan, atau justru awal dari gejolak baru bagi Persebaya Surabaya?. (red)
Editor : Redaksi