HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I JEMBER - Provinsi Jawa Timur kembali menguatkan posisinya sebagai sentra peternakan nasional. Upaya strategis itu ditandai dengan bergulirnya Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) Tahun 2025, yang dicanangkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di kawasan City Forest, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Senin (24/11).

Tidak hanya sekadar seremoni, Khofifah turun langsung ke kandang ternak melakukan inseminasi buatan (IB) perdana pada 38 ekor sapi. Langkah simbolis tersebut menjadi penanda dimulainya pelayanan IB massal yang dikerjakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Program ini adalah ikhtiar kita untuk mengakselerasi peningkatan populasi dan produktivitas sapi Jawa Timur. Kita ingin memastikan ketersediaan pangan hewani untuk masyarakat tetap aman, sehat, dan terjangkau,” demikian pesan kuat yang disampaikan Gubernur Khofifah dalam agenda tersebut.

Momentum GSPIB 2025 menjadi semakin bermakna dengan hadirnya deklarasi Jatim Gudang Ternak Nasional. Deklarasi ini dilakukan oleh Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Jawa Timur bersama empat organisasi besar yang bergerak di sektor peternakan dan pertanian.

Ketua HKTI Jawa Timur, Arum Sabil, menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki potensi luar biasa dalam pengembangan peternakan—khususnya sapi. Oleh sebab itu, ia menyatakan komitmen HKTI untuk memperkuat bukan hanya aspek produksi, tetapi juga kualitas hasil peternakan.

“Komitmen HKTI bahwa apa yang menjadi potensi di Jawa Timur itu luar biasa, khususnya peternakan sapi. Oleh karena itu komitmen kami bukan hanya beternak, tapi juga inovasi ketersediaan pakan serta bagaimana membudidayakan sapi atau ternak lain yang pada akhirnya bisa dipertanggungjawabkan kesehatannya dan kehalalannya bagi masyarakat,” ujar Arum Sabil.

Arum menggarisbawahi, sektor peternakan tidak cukup berhenti pada upaya pemeliharaan dan penggemukan saja, melainkan harus menjamin keberlanjutan dan konsistensi produksi.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Jadi kami bukan hanya masalah bagaimana membudidayakannya, tapi punya tanggung jawab terhadap probabilitas, terhadap kualitas, serta kontinuitas kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Dengan populasi ternak sapi terbesar secara nasional, Jawa Timur mengemban peran penting dalam menjaga ketahanan pasokan daging dan produk hewani di Indonesia. Program GSPIB 2025 diharapkan menjadi pendorong signifikan lahirnya pedet unggul berbasis teknologi reproduksi terkini.

Selain itu, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan peternakan terus memperkuat ekosistem pendukung seperti penyediaan pakan, pengendalian penyakit hewan, hingga peningkatan kapasitas para peternak.

Langkah nyata seperti yang dilakukan hari ini menegaskan pesan bahwa Jawa Timur tidak hanya ingin berjaya sebagai produsen, namun juga sebagai pusat inovasi dan kualitas peternakan nasional.(dpr) 

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

 

 

-

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru