MERAHPUTIH I JOHOR - Dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Malaysia, Rektor Untag Surabaya Prof. Mulyanto Nugroho menegaskan bahwa kolaborasi tidak boleh berhenti pada penandatanganan dokumen. “Kami ingin kolaborasi ini segera menghasilkan aktivitas konkret, terutama dalam joint research,” ujarnya, Sabtu.
Prof. Mulyanto mengungkapkan Untag Surabaya memiliki dua fakultas teknik yang tengah menyiapkan 12 proyek riset untuk digarap secara kolaboratif. Fokusnya meliputi kecerdasan buatan, teknik komputer, hingga keamanan siber, tiga bidang yang kini menjadi kebutuhan utama dunia industri dan pendidikan tinggi.
Baca juga: Pemkot Surabaya Sisir Jalan Dharmawangsa–Semarang: Trotoar Dibersihkan, Parkir Liar Ditertibkan
“Prestasi robotika kami di Jawa Timur peringkat pertama 2023 dan ketiga nasional dari lebih 4.500 peserta,” tutur Prof. Nug. Pencapaian itu, katanya, menjadi modal penting dalam membuka kerja sama teknis yang lebih mendalam.
Selain agenda riset, Untag Surabaya juga tengah menyiapkan pengiriman dosen teknik untuk studi lanjut di UTHM sebagai upaya penguatan kapasitas akademik.
Tak berhenti pada riset, kedua perguruan tinggi sepakat memperluas kolaborasi publikasi ilmiah guna mendukung target Untag Surabaya dalam Rencana Strategis 2020–2030 menuju standar global. Skema pendidikan double degree, baik 3+1 maupun 2+2 juga mulai dirancang untuk memberi mahasiswa pengalaman belajar internasional.
Baca juga: Satpol PP Sisir Jalan Johar–Sulung, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar
Prof. Mulyanto turut mengundang pimpinan UTHM untuk berkunjung ke Surabaya. “Sebagai perguruan tinggi swasta tertua di Jawa Timur, berdiri sejak 1958, kami siap memperluas kolaborasi akademik dan riset,” katanya.
Rektor UTHM Prof. Mas Fawzi bin Mohd Ali menyambut antusias kerja sama dua kampus serumpun ini. Ia memastikan UTHM menyiapkan langkah cepat untuk merealisasikan kolaborasi, mulai dari pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, hingga penelitian bersama.
“Kami sangat menghargai hubungan baik yang kita bangun hari ini. Dalam waktu dekat, termasuk tahun ini dan seterusnya, kami merencanakan pertukaran dosen, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi penelitian dan akademik,” ujarnya.
Baca juga: Surabaya Kokohkan Komitmen Jaga Anak dari Ancaman Digital
UTHM juga membuka akses berbagi sumber daya perpustakaan guna memperluas ruang belajar bagi kedua institusi. “Agar ilmu dan sumber yang kita miliki dapat saling dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Prof. Mas Fawzi.
Dengan kesepakatan ini, Untag Surabaya menegaskan langkah nyata memperkuat jejaring global sekaligus mengakselerasi inovasi akademik di kawasan Asia Tenggara. (red)
Editor : Redaksi