Stok Shell Super Berangsur Pulih

harianmerahputih.id
ilustrasi

MERAHPUTIH I JAKARTA – Krisis ketersediaan bahan bakar jenis Shell Super yang sempat menghantui konsumen sejak pertengahan Agustus akhirnya menemukan titik terang. Shell Indonesia memastikan stok kembali masuk ke jaringan SPBU mereka setelah tercapainya kesepakatan pasokan dengan Pertamina Patra Niaga.

“Terima kasih atas kesediaan Anda menunggu. Shell Super mulai hadir kembali di SPBU Shell,” tulis manajemen Shell Indonesia dalam pengumuman resmi melalui akun Instagram shell_indonesia, Minggu (7/12).

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Gerak Cepat Atasi Antrean Solar, Patra Niaga Diminta Pastikan Pasokan Aman

Kembalinya pasokan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama beberapa bulan terakhir harus berhadapan dengan kelangkaan bensin nonsubsidi tersebut. Meski Shell Super sempat kosong, layanan lain seperti Shell V-Power Diesel, Shell Select, bengkel, dan fasilitas Shell Recharge tetap beroperasi normal.

Penyediaan stok Shell Super mulai pulih setelah Pertamina Patra Niaga mengirimkan pasokan sebesar 100 ribu barel kepada SPBU Shell pada Jumat (5/12). Ini merupakan pengiriman yang dilakukan dalam skema kerja sama antarbadan usaha atau B2B.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa seluruh proses pasokan dilakukan dengan standar kepatuhan dan tata kelola yang ketat.

Baca juga: BBM BP 92 Kembali Mengalir di SPBU BP-AKR, Usai Kelangkaan Imbas Lonjakan Permintaan

“Mekanisme penyediaan pasokan kepada Shell Indonesia menggunakan prosedur sesuai aturan yang berlaku, menjunjung tinggi compliance dan governance secara business to business,” ujarnya.

Menurut dia, proses B2B ini mencakup perhitungan kebutuhan berdasarkan permintaan, tender mitra pemasok dengan prinsip GCG, verifikasi berlapis dari konsumen, joint surveyor, hingga mekanisme open book dalam negosiasi sebelum akhirnya bahan bakar dibongkar dan diterima BU swasta.

Pertamina menegaskan, pemenuhan pasokan kepada Shell Indonesia merupakan bentuk komitmen untuk menjalankan arahan pemerintah, khususnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, agar badan usaha migas saling berkolaborasi memastikan ketersediaan energi.

Baca juga: Kelangkaan BBM Buat Wisatawan Batal ke Komodo, Pariwisata Labuan Bajo Kembali Tercoreng

“Komoditi BBM yang dipasok telah memenuhi seluruh persyaratan yang diminta BU Swasta sebagai tindak lanjut arahan pemerintah,” kata Roberth.

Dengan pulihnya stok Shell Super, pemerintah dan pelaku usaha berharap distribusi energi kembali stabil, sehingga masyarakat tidak lagi dihadapkan pada kelangkaan BBM nonsubsidi di berbagai wilayah.(red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru