MERAHPUTIH I PASURUAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan libur Tahun Baru 2026 dengan mengunjungi sentra jeruk siam di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/1). Kunjungan ini menjadi penegasan komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat konsumsi jeruk lokal sekaligus menekan ketergantungan terhadap produk impor.
Di tengah hamparan kebun jeruk, Khofifah turun langsung memetik buah bersama petani. Ia menyebut jeruk siam Tutur memiliki kualitas unggul dari sisi rasa, ukuran, dan warna yang cerah, sehingga layak menjadi pilihan utama masyarakat.
Baca juga: Khofifah Tancap Gas 2026, 38 Sekolah di Malang Raya Direvitalisasi
“Dua bulan lalu saya ke sini, hari ini datang lagi dan buahnya semakin lebat. Ukurannya besar, rasanya manis, seperti bercampur madu,” ujar Khofifah.
Khofifah juga menegaskan posisi Jawa Timur sebagai produsen jeruk terbesar nasional. Berdasarkan data BPS Jatim, produksi jeruk Jawa Timur pada triwulan III 2025 mencapai 959.231,31 ton atau berkontribusi 36,22 persen terhadap produksi nasional.
Baca juga: Valen Akbar Buka Tahun 2026 di Grahadi, Gubernur Khofifah Tegaskan: Juara Sejati Jawa Timur
Menurutnya, capaian tersebut merupakan kekuatan strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Ia pun mengajak masyarakat lebih mencintai produk hortikultura lokal.
“Konsumsi jeruk lokal bukan hanya soal kualitas dan kesehatan, tapi juga menggerakkan ekonomi petani dan daerah,” tegasnya.
Baca juga: Satriyo Nurseno Tekankan Transparansi, Bantuan BPBD Jatim ke Sumatra Utara Sesuai Data
Selain meninjau kebun, Khofifah berdialog dengan petani terkait tantangan produksi dan pemasaran. Ia memastikan Pemprov Jatim akan terus hadir mendampingi petani, mulai dari peningkatan kualitas hingga penguatan akses pasar agar jeruk Jawa Timur semakin berdaya saing.(red)
Editor : Redaksi