Lia Istifhama Apresiasi Inovasi Homecare Digital RSUD Karsa Husada Batu

harianmerahputih.id
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Karsa Husada Batu

MERAHPUTIH I BATU - Kota Batu terus menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur. Dengan arus kunjungan wisatawan yang mencapai jutaan orang setiap tahun, kota berhawa sejuk ini tak hanya dituntut memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga memastikan kesiapan layanan publik penunjangnya, terutama di bidang kesehatan.

Sorotan tersebut mengemuka saat Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Karsa Husada Batu. Dalam agenda tersebut, senator yang akrab disapa Ning Lia itu menegaskan bahwa rumah sakit di daerah tujuan wisata memegang peran strategis dalam menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan.

Baca juga: Khofifah Ajak Warga Kurangi Jeruk Impor dari Kebun Tutur Pasuruan

Menurut Ning Lia, karakter Kota Batu sebagai kota wisata menjadikan layanan kesehatan bukan sekadar fasilitas dasar, melainkan bagian penting dari ekosistem pariwisata itu sendiri. Kecepatan, kualitas, dan kemudahan akses layanan medis menjadi faktor krusial, terutama bagi wisatawan yang membutuhkan penanganan darurat saat berlibur.

“Kota Batu adalah etalase pariwisata Jawa Timur. Ketika jutaan orang datang setiap tahun, kesiapan layanan kesehatan harus setara dengan dinamika kota wisata. Rumah sakit harus naik kelas dan menjadi penopang utama,” ujar Ning Lia dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).

Ia menilai, transformasi layanan kesehatan tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi digital. Dalam konteks tersebut, Ning Lia mengapresiasi langkah RSUD Karsa Husada Batu yang menghadirkan layanan homecare berbasis digital sebagai bagian dari inovasi pelayanan kesehatan yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Layanan homecare digital ini dinilai memberikan solusi bagi pasien pasca-rawat inap yang masih memerlukan pendampingan medis, namun ingin menjalani proses pemulihan di rumah. Dengan sistem terintegrasi, tenaga medis tetap dapat memantau kondisi pasien secara berkala tanpa harus menghadirkan pasien kembali ke rumah sakit.

Baca juga: Khofifah Tancap Gas 2026, 38 Sekolah di Malang Raya Direvitalisasi

“Pendekatan ini sangat humanis. Pasien merasa lebih nyaman, sementara rumah sakit tetap bisa memastikan keselamatan dan kualitas layanan. Teknologi membuat jarak bukan lagi penghalang,” jelas Ning Lia.

Lebih lanjut, ia menyoroti kehadiran aplikasi Si Dul Kemit sebagai instrumen penting dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat mengakses informasi dan layanan RSUD Karsa Husada Batu secara lebih cepat, transparan, dan efisien.

Tak hanya itu, RSUD Karsa Husada Batu juga memberikan satu kali layanan homecare gratis bagi pasien tertentu yang membutuhkan perawatan lanjutan. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian sekaligus komitmen rumah sakit daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang inklusif.

Baca juga: Valen Akbar Buka Tahun 2026 di Grahadi, Gubernur Khofifah Tegaskan: Juara Sejati Jawa Timur

Ning Lia berharap inovasi yang dilakukan RSUD Karsa Husada Batu dapat menjadi model bagi rumah sakit daerah lain, khususnya yang berada di kawasan wisata. Menurutnya, kualitas layanan kesehatan memiliki korelasi langsung dengan citra daerah.

“Ketika layanan kesehatan mudah diakses, modern, dan responsif, kepercayaan publik akan tumbuh. Ini bukan hanya soal pelayanan medis, tetapi juga tentang membangun citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan ramah,” pungkasnya.

Dengan meningkatnya kompetisi antar daerah dalam sektor pariwisata, kesiapan layanan kesehatan dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga keberlanjutan Kota Batu sebagai magnet wisata nasional.(dpr)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru