MERAHPUTIH I JAKARTA — Persija Jakarta kembali membuktikan bahwa kekuatan sebuah tim besar tidak semata diukur dari deretan nama bintang di papan susunan pemain. Dalam beberapa pekan terakhir, Macan Kemayoran justru diuji oleh kondisi yang jauh dari ideal. Skuad pincang, kebugaran pemain yang naik-turun, sanksi kartu, hukuman Komite Disiplin (Komdis) PSSI, hingga cedera, silih berganti menghampiri tim ibu kota.
Pada laga terakhir menghadapi Persijap Jepara, Jumat (3/1/2026), Persija harus turun tanpa tiga pilar regulernya. Fabio Calonego masih harus menjalani hukuman kartu merah yang diperberat dengan dua laga tambahan dari Komdis PSSI. Sementara Jordi Amat dan Emaxwell Souza belum bisa dipaksakan karena kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Baca juga: Persebaya Diuji Konsistensi Malut United, Bernardo Tavares Ingatkan Bahaya di GBT
Situasi itu semakin menantang dengan absennya Ryo Matsumura yang juga tersandung sanksi Komdis, serta Gustavo Almeida yang masih bergelut dengan proses pemulihan cedera. Secara matematis, Persija kehilangan banyak opsi utama. Namun sepak bola tak pernah hanya soal hitung-hitungan di atas kertas.
Dua nama muda, Arlyansyah Abdulmanan dan Aditya Warman, produk asli binaan Macan Kemayoran tampil sebagai pembeda. Bukan sekadar pengganti, keduanya menjelma menjadi aktor utama dalam kemenangan 2-0 atas Persijap. Di tengah tekanan dan sorotan, mereka tampil tanpa beban, namun penuh tanggung jawab.
Arly membuka keunggulan dengan kecerdikan membaca ruang. Bergerak tanpa banyak sentuhan, ia menyelinap di antara lini pertahanan lawan, lalu menyambut umpan matang Hanif Sjahbandi. Satu sentuhan, satu keputusan tepat, dan bola pun bersarang di gawang Persijap.
Aditya Warman tak kalah mencuri perhatian. Gol keduanya lahir dari ketenangan yang jarang terlihat pada pemain muda. Melihat dirinya lepas dari kawalan, Adit tak tergesa-gesa. Ia mengalkulasi sudut, mengukur kekuatan, lalu melepas sepakan dari luar kotak penalti. Bola meluncur deras, meninggalkan kiper lawan tanpa daya.
Dua gol itu bukan hanya memastikan tiga poin, tetapi juga menjadi simbol bahwa Persija memiliki fondasi regenerasi yang nyata.
Baca juga: Persija Menantang Atmosfer GBLA, Ujian Mental Macan Kemayoran di Tanah Pasundan
Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti. Persija akan bertandang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) untuk menghadapi Persib Bandung, Minggu (11/1/2026), pukul 15.30 WIB. Laga klasik sarat gengsi, emosi, dan tensi tinggi—terlebih Persib tengah berada di papan atas klasemen.
Bagi Aditya Warman, laga tersebut adalah ujian sekaligus kesempatan.
“Kita tahu Persib adalah tim yang bagus dan kuat, apalagi berada di papan atas. Sebagai pemain, jika diberi menit bermain, saya akan melakukan yang terbaik untuk tim, tidak peduli siapa pun lawannya,” ujar Adit dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Arlyansyah pun menyambut laga besar itu dengan semangat yang sama. Baginya, ini bukan sekadar pertandingan, melainkan panggung pembuktian.
Baca juga: Persib Tertahan di Brawijaya, Gol Telat Persik Buyarkan Kemenangan Maung Bandung
“Kalau dari saya, ini perdana bertemu Persib di Super League. Saya belum tahu atmosfernya seperti apa. Tapi kalau diberi kesempatan bermain, saya mau membuktikan kalau saya bisa bekerja keras dan membantu tim,” tuturnya.
Persija mungkin belum sepenuhnya pulih dari badai cedera dan sanksi. Namun satu hal yang pasti, mereka tidak pernah kehabisan semangat dan harapan. Dari bangku cadangan hingga lapangan hijau, dari pemain senior hingga darah muda, Macan Kemayoran terus bergerak, menjaga marwah, merawat regenerasi, dan menantang setiap rintangan yang datang.
Di GBLA nanti, Persija tak hanya membawa strategi. Mereka membawa keyakinan bahwa dalam keterbatasan, selalu ada jalan untuk tetap berdiri tegak.(jak)
Editor : Redaksi