Persebaya Perpanjang Tren Positif, GBT Jadi Saksi Kebangkitan Bajol Ijo

harianmerahputih.id
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares saat memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada Bruno Moreira dkk. (Persebaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Surabaya kembali bergemuruh. Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi saksi bagaimana Persebaya Surabaya melanjutkan tren positifnya dengan menaklukkan Malut United dengan skor tipis 2-1. Kemenangan ini tidak hanya mengokohkan posisi Bajol Ijo, tetapi juga menegaskan bahwa kekuatan Persebaya tak bisa dilepaskan dari energi suporter yang memenuhi stadion.

Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya tampil dengan determinasi tinggi. Tekanan agresif dan intensitas permainan yang kuat langsung diperagakan skuad asuhan Bernardo Tavares. Atmosfer GBT yang dipenuhi nyanyian Bonek dan Bonita menjadi bahan bakar tambahan bagi para pemain untuk tampil tanpa kompromi.

Baca juga: Derbi Penentuan Paruh Musim, PERSIB vs Persija Adu Nyali di GBLA

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tak menutupi rasa puasnya atas dukungan langsung yang diberikan ribuan pendukung setia Bajol Ijo. Menurutnya, kehadiran hampir 13 ribu penonton memberi pengaruh besar terhadap mental dan performa pemain di lapangan.

“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bonek dan Bonita yang datang ke stadion untuk mendukung para pemain. Atmosfernya fantastis, hampir 13 ribu orang hadir di sini. Luar biasa,” ujar Tavares dalam konferensi pers seusai laga.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan, dukungan suporter merupakan elemen penting yang harus terus dijaga. Ia berharap antusiasme tersebut semakin meningkat pada pertandingan-pertandingan selanjutnya, seiring kerja keras yang terus ditunjukkan para pemain.

Dari sisi teknis, Tavares menilai kemenangan atas Malut United sebagai hasil dari disiplin dan kerja kolektif tim, terutama ketika tidak menguasai bola. Menurutnya, kontribusi pemain tanpa bola menjadi kunci penting dalam meredam perlawanan lawan.

“Para pemain bekerja sangat keras, bukan hanya saat menguasai bola, tetapi terutama saat tanpa bola. Tentu masih ada beberapa kesalahan yang harus kami perbaiki, tetapi saya sangat senang karena para pemain mampu menciptakan peluang dan mencetak gol,” tambahnya.

Baca juga: Persebaya Kunci Kemenangan Dramatis atas Malut United di GBT

Pada babak pertama, Persebaya tampil dominan dengan tempo tinggi dan agresivitas yang konsisten. Namun, Tavares mengakui bahwa di babak kedua, timnya sempat mengalami penurunan intensitas, terutama setelah melakukan sejumlah pergantian pemain. Meski demikian, Persebaya tetap mampu menciptakan peluang-peluang berbahaya.

“Di babak kedua intensitas sedikit menurun setelah pergantian pemain, tetapi kami tetap menciptakan dua hingga tiga peluang emas. Bahkan kami bisa mencetak gol ketiga,” jelasnya.

Sementara itu, sorotan utama tertuju pada Gali Freitas yang tampil gemilang dengan memborong dua gol kemenangan Persebaya. Penyerang asal Timor Leste itu menunjukkan ketajamannya sekaligus menjadi pembeda di laga ini.

Baca juga: Marc Klok: El Clasico Indonesia Bukan Sekadar Tiga Poin, Tapi Harga Diri Bandung

Usai pertandingan, Gali tak lupa mengapresiasi peran suporter dan mendedikasikan kemenangan tersebut untuk seluruh pendukung Persebaya. Baginya, hasil positif ini harus menjadi pemicu semangat untuk laga-laga berikutnya.

“Kemenangan ini kami persembahkan untuk kita semua agar menjadi motivasi di pertandingan berikutnya. Untuk laga-laga selanjutnya, teruslah mendukung kami. Siapa pun lawannya, kami akan selalu berjuang bersama,” tegas Gali.

Kemenangan atas Malut United menjadi bukti bahwa Persebaya sedang berada di jalur yang tepat. Dengan kombinasi kerja keras pemain, strategi pelatih, dan dukungan penuh suporter, Bajol Ijo menunjukkan kesiapan untuk terus bersaing dan menjaga konsistensi di kompetisi musim ini. Gelora Bung Tomo pun kembali menjadi benteng kuat, tempat harapan dan ambisi Persebaya dirawat bersama.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru