MERAHPUTIH I BANDUNG - Sorak puluhan ribu Bobotoh yang memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi penanda sahih bahwa PERSIB Bandung menutup paruh musim Super League 2025/26 sebagai penguasa. Dalam laga sarat gengsi kontra Persija Jakarta, Maung Bandung tampil disiplin, efektif, dan tanpa kompromi untuk mengamankan kemenangan 1-0 sekaligus merebut status juara paruh musim, Minggu (11/1/2026).
Gol semata wayang dicetak Beckham Putra Nugraha saat laga baru berjalan lima menit. Sebuah penyelesaian cepat yang tidak hanya memecah kebuntuan, tetapi juga menjadi simbol kesiapan PERSIB sejak peluit awal dibunyikan.
Baca juga: Persebaya Perpanjang Tren Positif, GBT Jadi Saksi Kebangkitan Bajol Ijo
Tambahan tiga poin membuat PERSIB mengoleksi 38 poin dari 17 pertandingan, hasil 12 kemenangan, dua kali imbang, dan tiga kekalahan. PERSIB sukses menggusur Borneo FC dari puncak klasemen. Tim asal Samarinda itu harus turun ke posisi kedua dengan 37 poin, disusul Persija Jakarta di peringkat ketiga dengan 35 poin.
Namun kemenangan ini tidak lahir semata dari satu gol cepat. Ia merupakan hasil dari disiplin, keberanian, dan kematangan bermain yang ditunjukkan sepanjang 90 menit pertandingan.
Pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menurunkan komposisi terbaiknya sejak menit awal. Teja Paku Alam berdiri kokoh di bawah mistar, dikawal Julio Cesar, Kakang Rudianto, Alfeandra Dewangga Santosa, dan Patricio Matricardi di lini belakang. Di tengah, Eliano Reijnders, Marc Klok sebagai kapten, dan Thom Haye menjadi motor permainan. Sementara lini depan diisi Beckham Putra Nugraha, Uilliam Barros Pereira, serta Berguinho.
Keunggulan cepat membuat PERSIB lebih tenang dalam mengatur ritme. Persija mencoba merespons dengan tekanan bertahap, tetapi rapatnya pertahanan Maung Bandung membuat setiap upaya tim tamu kerap kandas sebelum mencapai area berbahaya.
Memasuki babak kedua, Bojan Hodak melakukan penyesuaian dengan menarik Dewangga dan memasukkan Frans Putros. Persija mencoba meningkatkan intensitas serangan, tetapi situasi berubah drastis pada menit ke-53 ketika Bruno “Tubarao” Nunes De Barros diganjar kartu merah usai menginjak kaki Beckham.
Baca juga: Derbi Penentuan Paruh Musim, PERSIB vs Persija Adu Nyali di GBLA
Unggul jumlah pemain, PERSIB tak gegabah. Alih-alih terburu-buru, mereka tetap menjaga struktur permainan. Peluang emas hadir pada menit ke-58 melalui tandukan Julio Cesar, namun masih bisa ditepis kiper Persija, Carlos Eduardo.
Persija, meski bermain dengan 10 orang, tetap menunjukkan perlawanan. Pada menit ke-60, gawang PERSIB nyaris kebobolan andai Teja Paku Alam tidak melakukan dua penyelamatan beruntun yang krusial. Aksi tersebut kembali menegaskan peran vital Teja dalam menjaga keunggulan.
Rotasi terus dilakukan Hodak demi menjaga keseimbangan tim. Ramon “Tanque” De Andrade Souza masuk menggantikan Beckham pada menit ke-68. Adam Alis kemudian menyusul masuk menggantikan Kakang Rudianto pada menit ke-75, mengubah skema permainan di lini belakang dan tengah.
PERSIB beberapa kali nyaris menggandakan keunggulan. Ramon Tanque hampir mencatatkan namanya di papan skor, namun sepakannya masih bisa dibendung kiper Persija. Peluang Adam Alis dan Ramon Tanque di menit-menit akhir pun belum berbuah gol.
Baca juga: Persebaya Kunci Kemenangan Dramatis atas Malut United di GBT
Meski tensi pertandingan meningkat, PERSIB tetap mampu mengontrol situasi. Marc Klok dan Berguinho sempat diganjar kartu kuning, namun fokus tim tidak goyah. Pada masa injury time, Hodak memasukkan Federico Barba dan Roni Darwis untuk mengamankan keunggulan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan. Stadion GBLA pun bergemuruh. Bobotoh menyambut kemenangan ini sebagai penegasan bahwa PERSIB layak berada di puncak klasemen.
Kemenangan atas Persija bukan hanya tentang rivalitas. Ini adalah pernyataan. PERSIB menutup paruh musim dengan kepala tegak, permainan solid, dan mental juara. Di tengah ketatnya persaingan Super League 2025/26, Maung Bandung mengirim pesan jelas: mereka bukan sekadar penantang, melainkan penguasa sementara yang siap menjaga tahtanya.(ban)
Editor : Redaksi