Pemkot Surabaya Perketat Kewaspadaan Penyakit Menular, Antisipasi Ancaman Virus Nipah

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya tidak tinggal diam menyikapi potensi masuknya berbagai penyakit menular, termasuk Virus Nipah. Meski hingga kini belum ditemukan kasus di wilayah Kota Pahlawan, langkah antisipasi terus diperkuat melalui sistem kewaspadaan yang terintegrasi.

Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Pemkot Surabaya memastikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan berada dalam kondisi siaga. Penguatan surveilans penyakit dilakukan secara berkelanjutan guna mendeteksi lebih dini potensi ancaman kesehatan masyarakat.

Baca juga: Revitalisasi Skate & BMX Park Kalimas Rampung, Pemkot Surabaya Hadirkan Ruang Ekstrem Berstandar Nasional

Kepala Dinkes Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa pemantauan kesehatan rutin terus dijalankan dengan melibatkan seluruh jejaring layanan kesehatan.

“Dinkes Surabaya secara konsisten memantau laporan kesehatan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur serta Kementerian Kesehatan RI,” kata Nanik, Rabu (4/2/2026).

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini diketahui menyerang sistem pernapasan dan saraf dengan tingkat keparahan yang beragam. Kelelawar pemakan buah disebut sebagai reservoir alami virus tersebut.

Menurut Nanik, penularan Virus Nipah dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan atau minuman yang tercemar, hingga kontak erat antarmanusia dalam kondisi tertentu.

“Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan,” ujarnya.

Sebagai bentuk mitigasi, Dinkes Surabaya terus menggencarkan edukasi publik. Informasi disampaikan melalui fasilitas kesehatan, peran aktif tenaga medis, serta kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.

Baca juga: Ancaman Lama yang Kembali Mengintai: Indonesia Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Virus Nipah

Masyarakat juga diimbau lebih selektif dalam mengonsumsi makanan dan menghindari kontak dengan hewan liar yang berpotensi membawa penyakit.

Nanik memastikan seluruh fasilitas kesehatan di Surabaya telah dibekali mekanisme kewaspadaan dini, mulai dari skrining gejala, pencatatan kasus, hingga pelaporan sesuai sistem surveilans nasional.

“Dengan mekanisme tersebut, deteksi dini dapat dilakukan apabila muncul indikasi penyakit menular,” jelasnya.

Terkait pengawasan di pintu masuk wilayah, baik darat, laut, maupun udara, Nanik menyebut hal tersebut menjadi kewenangan lintas sektor. Namun, Dinkes Surabaya tetap berperan aktif dalam koordinasi dan kesiapan layanan kesehatan jika ada notifikasi dari pemerintah pusat.

Baca juga: Dua Event Ikonik Surabaya Tembus Karisma Event Nusantara

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, batuk, gangguan pernapasan, mual, atau muntah. Kewaspadaan perlu ditingkatkan bila gejala disertai penurunan kesadaran, kejang, atau riwayat kontak dengan hewan liar maupun orang sakit.

“Hingga saat ini belum ada laporan kasus terkonfirmasi Virus Nipah di Surabaya. Namun pemantauan tetap kami lakukan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Di akhir, Nanik mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas sumbernya.

“Kami minta masyarakat tidak panik, tetap waspada secara rasional, menerapkan PHBS, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru