MERAHPUTIH I SURABAYA – Proses pematangan gelandang muda Persebaya Surabaya, Toni Firmansyah, berjalan cepat dan terukur sepanjang paruh pertama kompetisi musim ini. Pemain berusia 21 tahun itu tak sekadar hadir sebagai pelapis, melainkan mulai menjelma menjadi bagian penting dalam denyut permainan Bajol Ijo, khususnya di sektor lini tengah.
Perkembangan Toni terlihat dari keberaniannya dalam mengambil keputusan, ketenangan saat menguasai bola, hingga kemampuannya membaca ritme permainan. Ia tidak lagi sekadar mengikuti alur, tetapi mulai mampu mengatur tempo dan menjaga keseimbangan tim, sebuah kualitas yang lazim dimiliki gelandang matang.
Baca juga: PERSIB dan Musisi Bandung Satukan Kepedulian, Galang Solidaritas untuk Korban Longsor Cisarua
Kematangan itu tidak datang secara instan. Toni mendapatkan “sekolah sepak bola” berharga dengan rutin berduet bersama dua gelandang berpengalaman, Francisco Rivera dan Milos Raickovic. Kebersamaan mereka, baik di sesi latihan maupun pertandingan resmi, menjadi fondasi penting dalam proses pembelajaran sang pemain muda.
Rivera bukan nama sembarangan. Gelandang asal Amerika Latin itu menyandang status pemain terbaik BRI Super League musim 2023/2024. Pengalamannya dalam mengatur serangan, membuka ruang, hingga memberi umpan-umpan progresif menjadi referensi langsung bagi Toni dalam memahami peran gelandang modern.
Sementara Milos Raickovic menghadirkan dimensi berbeda. Pemain yang pernah mencatatkan 18 penampilan bersama tim nasional Montenegro pada periode 2020–2023 itu dikenal sebagai gelandang dengan disiplin bertahan tinggi dan kemampuan membaca transisi permainan. Kombinasi Rivera dan Milos membuat lini tengah Persebaya tampil lebih stabil, sekaligus menjadi ruang belajar ideal bagi Toni.
“Saya sangat beruntung bisa belajar dari mereka. Banyak hal yang saya pelajari, terutama soal membaca tempo permainan dan menjaga posisi,” ujar Toni, mengungkapkan perannya di balik layar perkembangan yang kini mulai terlihat di atas lapangan.
Menurut Toni, Rivera kerap memberi arahan saat tim memasuki fase menyerang, mulai dari kapan harus bergerak membuka ruang hingga mengambil posisi untuk menerima bola kedua. Sementara Milos lebih sering membimbing dalam aspek bertahan, menjaga jarak antarlini, dan menentukan momen tepat untuk melakukan pressing.
Baca juga: Persebaya Siap Uji Mental di Gianyar, Tavares Ingatkan Bahaya Bali United
“Mereka sering mengingatkan kapan harus naik membantu serangan dan kapan harus lebih disiplin bertahan. Itu sangat membantu perkembangan saya,” sambungnya.
Kesempatan besar kini terbuka bagi Toni untuk mengambil peran lebih sentral. Absennya Milos Raickovic akibat akumulasi kartu membuat Persebaya harus melakukan penyesuaian saat menantang Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2). Dalam situasi tersebut, Toni menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengisi pos penting di lini tengah Bajol Ijo.
Bagi Toni, laga tersebut bukan sekadar pertandingan biasa. Selain menghadapi lawan kuat, ia juga memikul kepercayaan tim untuk menjaga keseimbangan permainan di tengah tekanan laga tandang.
“Tentunya apabila saya dipercaya kembali, saya ingin tampil maksimal. Apalagi laga berikutnya akan melakoni kandang Bali United,” tegasnya.
Baca juga: Lautan Hijau GBT Membius Jefferson Silva, Persebaya Terhenti di Hadapan Dewa United
Secara statistik, kontribusi Toni sepanjang musim ini menunjukkan tren positif. Ia telah mencatatkan 15 penampilan bersama tim utama Persebaya. Dari sisi ofensif, Toni membukukan dua tembakan, satu di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara dalam aspek defensif, ia mengoleksi 34 tekel, 25 intersep, serta 13 sapuan—angka yang mencerminkan peran aktifnya dalam menjaga lini tengah.
Data tersebut memperkuat gambaran bahwa Toni bukan sekadar pemain muda yang mengisi kuota, melainkan gelandang pekerja keras yang terus berkembang. Dengan bimbingan pemain senior dan kepercayaan tim pelatih, Toni Firmansyah kini berada di jalur tepat untuk menjadi tulang punggung Persebaya Surabaya di masa mendatang.
Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Toni akan segera naik kelas—dari pemain potensial menjadi figur sentral di lini tengah Bajol Ijo.(sub)
Editor : Redaksi