Pengunjung Tembus 2,1 Juta, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya Siapkan Restocking Komodo ke NTT

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Tren positif menyelimuti kinerja Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya dalam dua tahun terakhir. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota Surabaya ini mencatat lonjakan jumlah pengunjung yang konsisten sepanjang 2024 hingga akhir 2025.

Direktur Operasional PDTS KBS, Nurika Widyasanti, mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut berada pada kisaran lima hingga sepuluh persen jika dibandingkan secara tahunan.

Baca juga: KBS Tegaskan Perawatan Satwa Tetap Prioritas Meski Dalam Proses Hukum

“Apabila dikomparasikan di tahun 2024 sampai akhir tahun 2025, kami memang mengalami peningkatan pengunjung kurang lebih 5–10 persen,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Berdasarkan data manajemen, sepanjang 2024 total kunjungan ke Kebun Binatang Surabaya mencapai sekitar 1.994.000 orang. Angka tersebut melonjak menjadi sekitar 2.101.000 pengunjung pada 2025. Artinya, ada tambahan lebih dari 100 ribu pengunjung dalam kurun satu tahun.

Kenaikan ini tak lepas dari strategi penguatan wahana dan pembaruan koleksi satwa. Manajemen KBS secara bertahap melakukan pengembangan fasilitas rekreasi untuk memperluas segmen pasar, terutama keluarga dan generasi muda.

“Wahana terbaru kami ada gokart dan kereta hutan,” jelas Nurika.

Selain wahana, penambahan koleksi satwa juga menjadi magnet tersendiri. Salah satu yang mencuri perhatian publik adalah kelahiran kapibara. Hewan pengerat terbesar di dunia itu berkembang pesat dalam waktu relatif singkat.

Awalnya hanya sepasang, kini populasi kapibara di KBS telah bertambah menjadi sekitar delapan ekor. Menurut Nurika, perkembangan tersebut menjadi indikator keberhasilan pengelolaan dan perawatan satwa.

“Percepatannya seperti itu. Nah, ini juga kami mengupayakan paling tidak perkembangbiakan untuk satwa jenis lainnya, sehingga ke depannya regenerasi satwa ini terus berputar,” katanya.

Baca juga: Tak Ada Unsur Eksploitasi, Wali Kota Eri Pastikan Penunggangan Gajah Rocky Hanya Upaya Penenangan Satwa

Tak hanya berorientasi pada rekreasi, KBS juga menegaskan perannya dalam konservasi satwa langka. Salah satu fokus utama saat ini adalah komodo. Satwa endemik Indonesia tersebut menjadi prioritas dalam program pengembangbiakan.

Saat ini, populasi komodo di KBS tercatat sekitar 80 ekor, dengan komposisi mayoritas berada pada fase remaja hingga dewasa. Jumlah tersebut menjadikan KBS sebagai salah satu pusat pengembangbiakan komodo di Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen konservasi, PDTS KBS tengah menyiapkan rencana pelepasliaran (restocking) beberapa ekor komodo ke habitat aslinya di Nusa Tenggara Timur. Lokasi yang diusulkan antara lain Pulau Komodo dan Pulau Flores.

“Kebetulan saat ini komodo. Kami ada beberapa yang memang rencana kami usulkan untuk di-restocking ke habitatnya,” ujar Nurika.

Pada tahap awal, sekitar empat hingga lima ekor komodo diproyeksikan untuk dilepasliarkan. Namun, proses tersebut tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Identifikasi jenis kelamin (sex ratio), kondisi kesehatan, serta tahap habituasi menjadi bagian penting sebelum satwa benar-benar dilepas ke alam liar.

Baca juga: Wali Kota Surabaya Tinjau KBS, Siapkan Wahana Baru hingga Impian Hadirkan Panda Merah dan Gorila

“Dikarenakan kan kita harus melakukan perawatan dulu, menghabituasi untuk dilepaskan ke alam yang sudah siap atau layak lepas liar,” jelasnya.

Secara administratif, usulan pelepasliaran telah diajukan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur untuk diteruskan ke kementerian terkait. Proses ini menjadi tahapan krusial karena komodo merupakan satwa prioritas nasional dengan pengawasan ketat.

“Kami sudah ajukan ke BKSDA Jatim untuk diusulkan ke Kementerian,” terangnya.

Meski waktu realisasi belum dapat dipastikan, manajemen optimistis rencana tersebut akan mendapatkan persetujuan. Status komodo sebagai satwa prioritas nasional menjadi landasan kuat untuk mendukung program restocking ini.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru